Rasa nyeri dari IBS umumnya disebabkan oleh kejang otot di usus. Meskipun gejalanya bisa berbeda-beda pada tiap orang, namun umumnya gejala yang muncul yakni nyeri perut, rasa ketidaknyamanan, diare, sembelit serta kembung.
Sampai saat ini peneliti masih belum bisa memastikan apa sebenarnya penyebab dari kondisi ini. Namun sebagian besar meyakini IBS mudah muncul ketika seseorang sedang mengalami stres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Daily Mail, pakar kesehatan Dr Roger Henderson menjelaskan bahwa stres dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar tanpa disadari oleh si pasien sebelumnya.
"Ada hubungan yang kompleks antara otak dan sistem pencernaan, akibatnya suasana hati bisa memengaruhi perut secara tidak langsung," tutur Henderson.
Ia melanjutkan, perut dan usus dilapisi oleh jutaan sel saraf yang mengontrol dan mengatur sistem pencernaan. Sel-sel saraf ini membantu menyampaikan pesan dari usus ke otak dan sebaliknya, sehingga kaitan antar keduanya pun makin kuat.
"Inilah sebabnya mengapa Anda mungkin merasa mual saat sedang gugup, nyeri perut saat stres atau mendadak ingin ngemil saat banyak masalah. Stres dapat memengaruhi gerakan dan kontraksi saluran pencernaan. Maka dari itu, pasien IBS umumnya sangat sensitif terhadap stres," imbuhnya.
Baca juga: Sering Gelisah, Bisa Jadi Bakteri di Perut Penyebabnya
(ajg/vit)











































