detikhealth

Kaitan Kemoterapi dan Rambut Rontok Seperti Dialami Aldi Taher

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 05/01/2017 14:02 WIB
Kaitan Kemoterapi dan Rambut Rontok Seperti Dialami Aldi TaherFoto: Noel/detikHOT
Jakarta, Saat seseorang didiagnosis kanker, pengobatan kanker berupa kemoterapi bisa menimbulkan efek samping yaitu rambut rontok. Bahkan, pada beberapa pasien rambut mereka tak hanya rontok dan menipis, tapi juga habis sampai kepalanya gundul.

Seperti dialami oleh aktris Yana Zein yang mengidap kanker payudara stadium 4. Selama menjalani pengobatan, Yana mengalami kerontokan rambut hingga membuat kepalanya plontos alias gundul.

Pesinetron lainnya, Aldi Taher yang terkena kanker getah bening juga harus menjalani kemoterapi. Salah satu efek yang dialami Aldi yakni rambutnya yang dulu tebal kini mulai rontok dan lebih tipis.

"Dulu Aldi kan rambutnya tebal. Kalau lagi mandi udah ada nih yang rontok. Kata dokter memang ada efek dari kemo kelima atau keenam, ada juga yang nggak kena efek itu. Aldi udah ikhlas kalaupun nanti rontok habis sampai botak setelah kemo keenam karena Aldi dari awal pas didiagnosa kena kanker itu juga udah ikhlas," ungkap Aldi seperti diberitakan detikHot.

Soal rambut rontok sebagai salah satu efek kemoterapi, bagaimana mekanismenya sehingga hal ini terjadi? Dikutip dari Mayo Clinic, obat kemoterapi adalah obat-obatan yang kuat untuk menyerang sel kanker yang berkembang pesat. Sayangnya, obat ini juga menyerang sel-sel yang berkembang pesat di tubuh, termasuk akar rambut.

Tak hanya di kepala, kemoterapi juga bisa menyebabkan kerontokan rambut di bagian tubuh lain seperti bulu mata, alis, ketiak, dan rambut kemaluan. Disebutkan, beberapa obat kemo bisa menyebabkan rambut rontok hingga menipis sedangkan jenis obat lain bisa menyebabkan rambut rontok sampai mengalami kebotakan.

Rambut akan mulai rontok dua sampai empat minggu setelah kemoterapi dimulai. Kerontokan bisa terjadi sedikit demi sedikit atau langsung dalam jumlah banyak. Sehingga, tak heran pasien mendapatkan rambut rontoknya di bantal, sisir, atau penyaring kotoran di wastafel atau kamar mandi.

Baca juga: Foto Anak dengan Kanker Langka Setelah Jalani Kemoterapi Ini Bikin Terenyuh

Dikutip dari Cancer Research UK, rambut yang rontok akibat efek samping kemoterapi bisa tumbuh kembali. Biasanya, beberapa minggu bahkan bulan setelah kemoterapi, rambut sudah mulai tumbuh. Umumnya, rambut tumbuh lebih lembut dengan warna berbeda dan lebih keriting.

"Biasanya, dalam waktu 4 sampai 6 bulan setelah perawatan selesai, Anda sudah memiliki rambut baru dengan kondisi yang baik," tulis Cancer Research UK.

Untuk menghindari rambut rontok akibat kemoterapi, adakah pencegahan yang bisa dilakukan? Mayo Clinic menuliskan bahwa scalp hypothermia atau cryotherapy bisa digunakan di mana selama kemoterapi, ada kompres es atau perangkat sejenis yang ditaruh di kepala untuk memperlambat aliran darah ke kulit kepala.

Dengan begini, obat kemo cenderung tak terlalu berefek pada rambut. Namun, studi menunjukkan prosedur ini juga menimbulkan risiko munculnya sel kanker di area kepala karena darah tidak mendapat dosis obat kemo yang seharusnya. Sementara, minoxidil yang digunakan sebagai obat rambut rontok juga bisa diberikan dalam rangka mempercepat pertumbuhan kembali rambut yang rontok. Tapi, gunakan di bawah pengawasan dokter.

"Kerontokan rambut bisa membuat pasien sedih, frustasi, bahkan depresi. Untuk itu, info kepada anggota keluarga hingga mereka bisa mensupport penting dilakukan. Terutama pada anak supaya mereka siap melihat perubahan pada anggota keluarganya," kata Carrie Panzer, pekerja sosial di Memorial Sloan Kettering.

Jika rambut rontok membuat Anda benar-benar frustasi bahkan depresi, Panzer mengatakan tak ada salahnya Anda melakukan konseling dengan profesional. Atau, sekadar berbagi dengan teman atau keluarga tentang perasaan Anda itu juga sudah membantu.

Baca juga: Pasien Kanker Jangan Takut Kemoterapi

Terkait kebotakan akibat rambut yang sering rontok, bisa dilihat penjelasan dokter di video Bincang Sehat berikut ini ya.





(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit