detikhealth

Kepekaan Indra Wanita Ini Kembali Setelah Tersambar Petir

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Minggu, 08/01/2017 12:05 WIB
Kepekaan Indra Wanita Ini Kembali Setelah Tersambar PetirFoto: AFP/File / Jack Guez
Dublin, Pernahkah Anda tahu ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk melihat bau dan mendengar warna? Anda tidak salah atau terbalik membacanya. Sebab orang-orang seperti ini memang benar adanya.

Hanya saja penyebab kondisi ini tak pernah bisa ditemukan hingga tim peneliti dari Trinity College, Dublin memutuskan untuk melakukan riset mendalam, dengan melibatkan dua pasien sinestesia.

Di tahun 2014, peneliti menjumpai seorang pasien berusia 20 tahun, yang hanya dikenal sebagai AB. Ia dilaporkan terkena sinestesia tersebut selepas tersambar petir. Sinestesia adalah kemampuan ekstra yang dimiliki panca indra seseorang, semisal bisa mendengar warna atau melihat aura seseorang.

AB mengaku bisa melihat warna-warna tertentu saat mendengarkan musik, dengan ketebalan warna bergantung pada volume atau instrumen yang dimainkan. Menurutnya nada-nada tinggi memiliki warna pastel. Ia juga mengungkapkan, teman-temannya mempunyai warna aura yang berbeda-beda sesuai kepribadian masing-masing.

Menariknya, wanita yang hanya diketahui berinisial AB itu mengaku sebenarnya ini adalah kemampuan yang telah lama hilang darinya. Jadi ia sudah memiliki kemampuan tersebut sejak masih bayi.

Akan tetapi di usia remaja, AB tersambar petir dan mengalami cedera kepala yang cukup buruk. Berkat insiden tersebut, kemampuan sinestesianya menghilang.

Namun setelah tersambar petir untuk kedua kali ketika dewasa, ia merasa kemampuan sinestesia tersebut kembali kepadanya.

Baca juga: Synaesthesia: Kondisi yang Buat Orang Bisa Lihat Bau dan Mendengar Warna

Pasien kedua adalah seorang pria yang disebut CD. Pria ini mengaku dapat melihat warna-warna tertentu saat berbincang dengan orang lain atau mendengarkan musik.

Akan tetapi kemampuan sinestesianya menghilang begitu CD mulai mengonsumsi antidepresan. Namun begitu obatnya berhenti diminum, gejala sinestesianya akan kembali dengan sendirinya.

Kondisi AB kemudian dipelajari dengan seksama oleh tim peneliti dari Trinity College Dublin. Menurut peneliti, insiden langka yang terjadi kepada AB memberikan gambaran tentang sinestesia yang selama ini memang masih misteri.

"Insiden ini menunjukkan bahwa bakat sinestesia 'tertanam' begitu dalam di otak seseorang, lebih dari yang kita sangka sebelumnya," ungkap salah satu peneliti, Kevin Mitchell seperti dilaporkan The Sun.

Apapun penyebabnya, kondisi ini bisa bertahan dalam waktu lama, bahkan mungkin tidak pernah betul-betul hilang.

Di sisi lain, timnya merasa kelak bisa dikembangkan metode pengobatan yang dapat digunakan pasien untuk menghilangkan kondisi ini, sebab tak semua pasien merasa bangga dengan kemampuan ini.

Baca juga: Pengguna Bahasa Isyarat Bisa Alami Kondisi Langka Sinestesia (lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit