detikhealth

Artikel 18+

Kisah Pria dengan Mr P Sepanjang 45 Cm yang Enggan Operasi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Sabtu, 21/01/2017 20:28 WIB
Kisah Pria dengan Mr P Sepanjang 45 Cm yang Enggan OperasiFoto: Ilustrasi/thinkstock
Saltillo, Di tahun 2015, pria asal Meksiko bernama Roberto Esquivel Cabrera menghebohkan dunia dengan ukuran penisnya yang mencapai 45 cm. Saat itu, Roberto mengaku kesulitan mendapat pasangan dan melakukan kegiatan sehari-hari karena penisnya yang terlampau panjang.

Kini, dokter menyarankan pria 54 tahun itu melakukan operasi pengecilan penis. Namun, ia menolaknya. Roberto berniat ingin menjadi pemegang Guinness Book of Records. Terlebih, ia yakin tak ada orang lain yang punya penis dengan ukuran sama seperti dia.

"Saya senang dengan kondisi saya. Saya terkenal karena saya memiliki penis terbesar di dunia," ujar Roberto kepada Barcroft TV.

Dalam keseharian, Roberto tak menampik jika dirinya kesulitan akibat penis besarnya. Dia tidak bisa memakai seragam kantor, tidak bisa berlutut, sulit lari, dan sulit pula mendapat pasangan hidup. Untuk itu, pemerintah memberikan jaminan padanya sebagai penyandang disabilitas.

Baca juga: Ukuran Normal Mr P pada Remaja

Namun, di balik kebanggan yang dimiliki Roberto, dokter mengingatkan risiko kesehatan yang bisa terjadi. Dengan ukuran penis seperti itu, Roberto mudah mengalami infeksi saluran kemih karena tidak semua urine-nya bisa mengalir melalui kulit kulup yang panjang seperti itu.

Selain itu, dia juga tidak nyaman jika tidur telentang dan pastinya sulit melakukan hubungan seks. Sebab, kondisi penis yang terlalu panjang membuatnya susah ereksi. Walau demikian, Roberto enggan melakukan operasi.

"Kami sudah berkata padanya bahwa hal terbaik bagi dia adalah mendapatkan bentuk dan ukuran penis yang normal. Sehingga, dia tidak kesakitan dan bisa berhubungan seksual, terutama jika ia ingin memiliki keturunan," kata dr David Salazar Gonzales yang menangani Roberto, dikutip dari Daily Mail.

dr Gonzales mengatakan ia dan tim percaya mungkin ada penjelasan neurologis mengapa Roberto ingin memiliki penis yang lebih besar dan enggan menjalani operasi. Menurutnya, dari hasil encephalogram, terlihat bahwa ada perubahan di lobus temporal kanan Roberto.

Perubahan ini, kata dr Gonzales, membuat orang memiliki ide eksotis seperti berbicara banyak soal agama dan merasa tekun serta keras kepala terhadap lawan bicaranya.

"Seperti wanita yang ingin terus payudaranya lebih besar, pria juga bisa memiliki keinginan agar penisnya terus lebih besar dan dia akan melakukan segala cara untuk melakukan itu," tambah dr Gonzales.

Setelah dideportasi dari Amerika Serikat pada tahun 2011 lalu, kini Roberto berharap bisa kembali lagi ke sana. Bahkan, ia bersedia jika di sana kondisi fisiknya yang tak biasa itu bisa mendatangkan keuntungan baginya dan membuat hidupnya lebih baik.

Baca juga: Panjang Penis Masing-masing Negara

(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit