detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Pelecehan Seks di Masa Kecil Bisa Pengaruhi Kelainan Perilaku?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 26/01/2017 17:14 WIB
Pelecehan Seks di Masa Kecil Bisa Pengaruhi Kelainan Perilaku?Foto: thinkstock
Jakarta, Kak, saya ingin bertanya, apakah kecenderungan saya lebih menyukai buah dada memiliki keanehan karena saya juga wanita? Dan apakah pelecehan seksual pada masa kecil mempengaruhi kecenderungan saya tersebut? Terimakasih.

Y (Wanita, 21 tahun)

Jawaban

Dear Mbak Y,

Saya belum memahami apa yang Anda maksud dengan lebih menyukai buah dada. Apakah hanya secara spesifik menyukai buah dada atau hanya sebagai perumpamaan untuk mengatakan bahwa Anda menyukai sesama perempuan.

Namun, saya lebih ingin menggarisbawahi pernyataan Anda bahwa Anda pernah mengalami pelecehan seksual pada saat Anda masih kecil. Trauma masa kecil bisa membawa dampak hingga seseorang dewasa tanpa disadari, karena biasanya diabaikan atau dianggap 'seakan-akan' tidak pernah terjadi. Sebuah mekanisme pertahanan diri yang biasa terjadi pada kasus seperti ini.

Manifestasi trauma memang bisa bervariasi pada setiap orang, karena setiap orang menghayati peristiwa bisa berbeda-beda. Termasuk di antaranya memilih pasangan yang berjenis kelamin sama, karena lawan jenis dipandang sebagai 'simbol' pengingat akan kejadian yang traumatis dan perlu dihindari, meskipun tidak selalu.

Apapun orientasi seksual Anda, menyukai buah dada atau lainnya, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung kepada profesional terkait pelecehan seksual yang pernah Anda alami. Kekhawatiran saya, trauma seringkali tidak disadari dan bisa berkembang ke banyak aspek kehidupan termasuk bagaimana Anda menjalin relasi dengan orang lain.

Misalnya, kesulitan untuk mudah percaya, kebingungan akan orientasi seksual, lebih mudah depresi, dsb. Paling tidak, Anda bisa mengenali dampak dari pelecehan seksual tersebut dalam kehidupan Anda sebagai orang dewasa saat ini, dan belajar bagaimana mengelolanya.

Ketakutan dan kecemasan banyak sekali dirasakan saat pertama kali bisa membuka diri kepada profesional. Jika bertemu dengan profesional adalah sesuatu yang ingin Anda lakukan setelah ini, ketahui saja bahwa perasaan tersebut adalah sesuatu yang wajar. Tidak akan ada paksaan untuk menceritakan secara detil kejadian, kecuali klien memang sudah siap atau memang mau bercerita.

Kalaupun tidak nyaman untuk melakukan konsultasi secara individu, Anda juga bisa bergabung terlebih dahulu dengan kelompok dukungan kekerasan seksual yang telah ada. Pilihan ada di tangan Anda. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan kembali mengirimkan email ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close