Menurut Dr Marudut, MPS dari Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), susu rendah lemak harus dikonsumsi secara tepat dan tidak boleh sembarangan. Hal tersebut pun harus berdasarkan usia.
"Kalau usia masih pertumbuhan (konsumsi susu rendah lemak) ya masalah. Karena bahaya kalau anak kurang lemak," ucap dr Marudut kepada detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya susu anak-anak pasti nggak akan dibuat rendah lemak dan pasti full cream," ucap pria yang juga dosen di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II ini.
Baca juga: Studi Sebut Konsumsi Susu Tinggi Lemak Bisa Bantu Cegah Diabetes
Marudut mengatakan, susu rendah lemak lebih sesuai untuk orang dewasa yang ingin menjaga berat badannya. Karena ketika mengonsumsi makanan secara berlebih, susu rendah lemak dapat menjadi pilihan ketika ingin mengonsumsi susu.
"Kalau kebutuhannya sudah berlebih bisa jadi masalah. Misalnya kegemukan karena energi yang masuk lebih banyak daripada yang keluar," imbuh Marudut.
Hal tersebut juga diiyakan oleh dr Rulli A. Situmorang dari medical affairs Frisian Flag Indonesia. "Susu rendah lemak sebagai pilihan ketika sedang mengonsumsi makanan berlebihan," katanya.
Baca juga: Studi Buktikan Diet Rendah Lemak Tak Efektif Menurunkan Berat Badan (vit/vit)











































