detikhealth

Konsultasi Tulang
Dr. Andri Primadhi, SpOT

Staf Divisi Foot and Ankle
Departemen Orthopaedi dan Traumatologi
FK Universitas Padjadjaran / RS Hasan Sadikin
Jl. Pasteur 38, Bandung 40161

Tulang dan Otot Nyeri, Tanda Radang Sendi?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 01/02/2017 16:50 WIB
Tulang dan Otot Nyeri, Tanda Radang Sendi?Foto: thinkstock
Jakarta, Awalnya saya mengalami nyeri, ngilu dan kaku pada persendian hingga salat tidak bisa berdiri. Akhirnya duduk atau tiduran. Kata dokter saya mengalami radang sendi karena memang kaki saya bengkak dan sakit. Setelah diberi obat saya mendingan, namun ketika obatnya habis saya sakit lagi. Begitu seterusnya hingga berkali-kali. Saya juga sempat minum jamu, namun sama, setelah beberapa jam kambuh lagi.

Sekarang saya merasa ngilu dan kaku. Kata dokter sakit ini lama sembuhnya hingga tiga bulan. Apakah benar saya mengalami radang sendi? Dan apakah radang sendi memang benar baru dapat sembuh setelah tiga bulan? Terimakasih Dok.

Nurjanah (Wanita, 52 tahun)

Jawaban

Hai Nurjanah,

Menurut saya Anda memang mengalami radang sendi, karena gejala-gejalanya cukup jelas, termasuk nyeri sendi bila digerakkan, kaku, dan bengkak. Penyebab radang sendi ada bermacam-macam. Pembebanan sendi normal sehari-hari dapat saja menyebabkan radang sendi, melalui mekanisme 'wear and tear'.

Selain itu pula radang sendi dapat timbul akibat adanya infeksi karena produk-produk yang dihasilkan kuman penyebab infeksi merusak jaringan sendi tersebut. Penyebab lain radang sendi adalah penyakit autoimun, yaitu rheumatoid arthritis, di mana jaringan sendi diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri karena dianggap 'musuh'.

Lamanya pengobatan tergantung dari derajat kerusakan sendi dan apa penyebab radang sendinya. Sebagian bahkan tidak dapat kembali normal, sehingga tujuan pengobatan hanya untuk mengurangi keluhannya saja. Penatalaksanaan radang sendi umumnya mencakup pemberian obat-obatan pengurang nyeri dan antiinflamasi, yang bisa diberikan secara oral (diminum), maupun disuntikkan atau dioleskan di sekitar sendi. Terapi fisik/fisioterapi akan membantu pemulihan dan mengurangi kebutuhan terhadap obat.

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi jamu-jamuan, jangan sampai meminum jamu yang tidak jelas kandungannya dan tidak ada izin edarnya.

Dr. Andri Primadhi, SpOT
Staf Divisi Foot and Ankle
Departemen Orthopaedi dan Traumatologi
FK Universitas Padjadjaran / RS Hasan Sadikin
Jl. Pasteur 38, Bandung 40161(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit