10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia (2)

10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia (2)

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 08 Feb 2017 16:40 WIB
10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia (2)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam data terakhir yang dikumpulkan oleh World Health Organization (WHO), terlihat ada pergeseran tren terkait kasus-kasus penyebab kematian terbesar di dunia. Sebagai contoh salah satunya kematian bayi karena komplikasi persalinan kini tak lagi berada di posisi 10 besar digantikan oleh kasus kecelakaan lalu lintas.

Bila di total di tahun 2015 ada sekitar 56,4 juta kasus kematian. Sebagian besar diakibatkan oleh penyakit tidak menular karena gaya hidup.

WHO menyebut penting untuk tahu hal apa saja yang membuat orang-orang meninggal. Kedepannya otoritas dapat menggunakan data tersebut untuk merencanakan langkah penanggulangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari situs resmi WHO, berikut artikel bagian kedua tentang 10 penyebab kematian terbesar di dunia:

Baca juga: 10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia (1)

1. Diabetes melitus

Foto: iStock
Diabetes melitus atau populer disebut sebagai penyakit gula adalah kondisi di mana tubuh seseorang tidak dapat menghasilkan atau mengolah hormon insulin di dalam tubuh. Insulin penting untuk penyerapan glukosa sehingga orang yang punya diabetes kadar gula dalam darahnya bila tak dijaga akan selalu tinggi.

Dibiarkan dalam waktu lama maka gula yang tinggi dalam darah akan menyebabkan berbagai kerusakan.

Di tahun 2015 WHO mencatat bahwa diabetes melitus bertanggung jawab terhadap sekitar 1,5 juta kematian. Dengan angka tersebut diabetes menempati posisi ke enam dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia.

2. Alzheimer dan Demensia lainnya

Foto: Ilustrasi lansia (thinkstock)
Demensia atau pikun adalah gangguan degenerasi otak yang membuat seseorang kehilangan fungsi otak secara cepat. Biasanya terjadi pada lansia dengan efek yang paling parah akan membuat seseorang lupa bagaimana mengerjakan hal-hal sederhana sekalipun.

Pada akhirnya pasien demensia akan hanya bisa terdiam di tempat tidur dan rentan terkena infeksi. Menurut WHO di tahun 2015 kematian yang terjadi berkaitan dengan demensia ini mencapai sekitar 1,5 juta jiwa.

3. Penyakit diare

Foto: Getty Images
Penyakit diare bisa disebabkan oleh berbagai hal namun utamanya karena ada gangguan pencernaan. Pada anak-anak dan lansia diare yang tak tertangani dengan baik rentan membuat dehidrasi yang berujung pada komplikasi.

Di tahun 2015 WHO mencatat bahwa masalah penyakit diare menyumbang sekitar 1,3 juta kematian di dunia.

4. Tuberkulosis

Foto: Media for Medical/Getty Images
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri. TB bisa diobati hanya saja memang membutuhkan waktu lama sehingga menuntut kepatuhan pasien untuk rutin minum obat.

Sayangnya kadang pasien tidak mematuhi peraturan tersebut sehingga pengobatan putus di tengah jalan. Akibat dari hal tersebut kini makin banyak kasus kemunculan bakteri TB yang sudah kebal obat.

WHO menyebut di tahun 2015 TB secara keseluruhan menimbulkan kematian sekitar 1,3 juta jiwa.

5. Kecelakaan lalu lintas

Foto ilustrasi: Dok. WHO
Di tahun 2000 penyebab kematian tertinggi posisi terakhir pernah diisi oleh kasus kematian bayi akibat komplikasi. Namun sejak tahun 2015 posisi tersebut telah digantikan oleh kasus kecelakaan lalu lintas yang memakan korban sekitar 1,3 juta jiwa.

Di Indonesia Kementerian Kesehatan menyebut bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas ini terjadi melibatkan kendaraan roda dua.
Halaman 2 dari 6
Diabetes melitus atau populer disebut sebagai penyakit gula adalah kondisi di mana tubuh seseorang tidak dapat menghasilkan atau mengolah hormon insulin di dalam tubuh. Insulin penting untuk penyerapan glukosa sehingga orang yang punya diabetes kadar gula dalam darahnya bila tak dijaga akan selalu tinggi.

Dibiarkan dalam waktu lama maka gula yang tinggi dalam darah akan menyebabkan berbagai kerusakan.

Di tahun 2015 WHO mencatat bahwa diabetes melitus bertanggung jawab terhadap sekitar 1,5 juta kematian. Dengan angka tersebut diabetes menempati posisi ke enam dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia.

Demensia atau pikun adalah gangguan degenerasi otak yang membuat seseorang kehilangan fungsi otak secara cepat. Biasanya terjadi pada lansia dengan efek yang paling parah akan membuat seseorang lupa bagaimana mengerjakan hal-hal sederhana sekalipun.

Pada akhirnya pasien demensia akan hanya bisa terdiam di tempat tidur dan rentan terkena infeksi. Menurut WHO di tahun 2015 kematian yang terjadi berkaitan dengan demensia ini mencapai sekitar 1,5 juta jiwa.

Penyakit diare bisa disebabkan oleh berbagai hal namun utamanya karena ada gangguan pencernaan. Pada anak-anak dan lansia diare yang tak tertangani dengan baik rentan membuat dehidrasi yang berujung pada komplikasi.

Di tahun 2015 WHO mencatat bahwa masalah penyakit diare menyumbang sekitar 1,3 juta kematian di dunia.

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri. TB bisa diobati hanya saja memang membutuhkan waktu lama sehingga menuntut kepatuhan pasien untuk rutin minum obat.

Sayangnya kadang pasien tidak mematuhi peraturan tersebut sehingga pengobatan putus di tengah jalan. Akibat dari hal tersebut kini makin banyak kasus kemunculan bakteri TB yang sudah kebal obat.

WHO menyebut di tahun 2015 TB secara keseluruhan menimbulkan kematian sekitar 1,3 juta jiwa.

Di tahun 2000 penyebab kematian tertinggi posisi terakhir pernah diisi oleh kasus kematian bayi akibat komplikasi. Namun sejak tahun 2015 posisi tersebut telah digantikan oleh kasus kecelakaan lalu lintas yang memakan korban sekitar 1,3 juta jiwa.

Di Indonesia Kementerian Kesehatan menyebut bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas ini terjadi melibatkan kendaraan roda dua.

(fds/vit)

Berita Terkait