Namun bagaimana dengan yang sudah menikah? Apakah sebaiknya vaksinasi dulu atau papsmear? Dikatakan dr Fredhy S Suwandita, SpOG dar RS Siloam Kebon Jeruk, bagi yang sudah menikah tentu sebaiknya melakukan papsmear terlebih dahulu.
"Kalau sudah menikah ya papsmear dulu. Karena kan kalau sudah menikah risiko terpapar HPVnya lebih besar makanya lebih baik deteksi. Kalau negatif, baru vaksinasi," tutur dr Fredhy dalam temu media di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Alasan Wanita Dianjurkan Tetap Rutin Papsmear Meski Sudah Vaksin HPV
Setelah menikah, baru dianjurkan untuk melakukan papsmear minimal satu tahun sekali. Papsmear merupakan bentuk deteksi kanker serviks di mana dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidaknya kanker serviks.
"Kanker serviks ini masih jadi masalah di Indonesia karena jumlah pasiennya nomor 2 di bawah kanker payudara. Pada tahap awal, kanker serviks tidak bergejala. Ini yang membuat deteksi dini jadi penting," tambahnya lagi.
Memang butuh waktu bertahun-tahun sampai sel kanker menjadi ganas dan menyerang leher rahim. Namun sekali lagi dr Fredhy mengingatkan lebih baik mencegah penyakit daripada mengobatinya.
"Kalau di Indonesia prevalensinya masih tinggi saya kira jadi setahun sekali ya papsmearlah. Kalau di Amerika Serikat itu jika hasil papsmear negatif, periksa laginya 3 tahun kemudian," tutupnya.
Baca juga: Sebulan Menstruasi Tak Berhenti, Ternyata Kena Kanker Serviks
(mrs/vit)











































