5 Hal Penyebab Darah Haid Jadi Lebih Sedikit daripada Biasanya

5 Hal Penyebab Darah Haid Jadi Lebih Sedikit daripada Biasanya

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 10 Feb 2017 16:33 WIB
5 Hal Penyebab Darah Haid Jadi Lebih Sedikit daripada Biasanya
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Jika biasanya darah haid Anda sangat banyak, maka Anda tentu akan kebingungan saat haid bulan ini menjadi lebih sedikit. Apa penyebabnya?

Menurut Lina Akopians, MD, PhD dari Southern California Reproductive Center, umumnya sedikit atau banyaknya darah haid bergantung pada kondisi hormon wanita. Namun ada pula hal-hal lain yang bisa memengaruhinya.

Seperti dirangkum detikHealth dari Prevention, berikut 5 penyebab darah haid menjadi lebih sedikit dari biasanya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Minum Air Es Saat Haid Bisa Picu Kista dan Kanker Rahim?

1. Hamil

Foto: Thinkstock / iStock
Kebanyakan wanita yang sedang hamil namun tidak menyadari dirinya tengah berbadan dua adalah karena periode haid yang 'dirasa' tetap datang tiap bulan. Nyatanya, bisa saja kemungkinan itu bukanlah darah haid, melainkan pendarahan yang dialami oleh ibu hamil.

Pakar kesuburan wanita dari Colorado Center for Reproductive Medicine, New York, Janet Choi, MD, menjelaskan bahwa setelah hamil wanita seringkali mengalami pendarahan atau flek, yang bisa saja dikira sebagai darah haid.

Inilah penyebabnya mengapa ada beberapa wanita yang tidak tahu dirinya sedang hamil, bahkan sampai memasuki usia kehamilan 9 bulan. Choi menjelaskan, keluarnya darah seperti haid yang sedikit atau flek pada wanita juga bisa menjadi pertanda kehamilan ektopik, yakni ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim. Jika Anda ragu, lakukan tes kehamilan atau konsultasi ke dokter.

2. Naik atau turun berat badan secara ekstrem

Foto: Thinkstock
Selain penurunan metabolisme, hal lain yang mungkin terjadi ketika Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan ekstrem adalah darah haid menjadi lebih sedikit.

Menurut Akopians, ketika komponen tubuh mengalami perubahan, dalam hal ini berat badan, maka tubuh akan beradaptasi salah satunya dengan mengurangi darah haid. "Mungkin ini merupakan tanda keseimbangan tubuh tengah terganggu," imbuh Akopians.

Jika Anda mengalaminya, ia menyarankan untuk menerapkan diet sehat seimbang. Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi asupan yang kaya akan protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin agar keseimbangan komponen dan metabolisme tubuh tetap terjaga.

3. Stres berat

Foto: ilustrasi/thinkstock
Jangan anggap enteng efek buruk dari stres berat yang berkepanjangan. Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon di dalam tubuh. Bagi wanita, kondisi ini juga memengaruhi kondisi haidnya.

Ketika Anda sedang stres, jadwal haid biasanya akan menjadi berantakan, entah menjadi lebih maju atau bahkan jadi terlambat. Jika sudah haid pun, Anda berisiko mengalami perubahan volume, yakni menjadi lebih sedikit atau malah berlipat-lipat kali menjadi lebih banyak.

4. Efek kontrasepsi

Foto: thinkstock
Ketika Anda menggunakan alat kontrasepsi, misalnya berupa pil KB, maka salah satu efek yang umum terjadi adalah perubahan pada jadwal atau banyaknya darah haid. Ini karena pada penggunaan kontrasepsi, umumnya hormon di dalam tubuh Anda memang akan mengalami perubahan. Menurut pakar, hal ini wajar terjadi. Namun jika Anda khawatir, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

5. Pertambahan usia

Foto: thinkstock
Menurut Choi, pertambahan usia dan berkaitan dengan menopause, umumnya dapat mengubah jadwal haid dan banyaknya darah haid. "Kadang-kadang dengan proses penuaan alami, perubahan siklus haid akan muncul. Namun ini tak selalu menjadi tanda ketidaksuburan," imbuhnya.

Seiring pertambahan usia, darah haid wanita juga biasanya akan semakin sedikit. Choi mencontohkan, jumlah darah haid yang keluar ketika seorang wanita berusia 20 tahun dan 40 tahun, kemungkinan akan berbeda. Di mana saat wanita semakin tua, umumnya darah haid yang keluar akan menjadi lebih sedikit.

Baca juga: 5 Warna Darah Haid dan Artinya bagi Kondisi Kesehatan


Halaman 2 dari 6
Kebanyakan wanita yang sedang hamil namun tidak menyadari dirinya tengah berbadan dua adalah karena periode haid yang 'dirasa' tetap datang tiap bulan. Nyatanya, bisa saja kemungkinan itu bukanlah darah haid, melainkan pendarahan yang dialami oleh ibu hamil.

Pakar kesuburan wanita dari Colorado Center for Reproductive Medicine, New York, Janet Choi, MD, menjelaskan bahwa setelah hamil wanita seringkali mengalami pendarahan atau flek, yang bisa saja dikira sebagai darah haid.

Inilah penyebabnya mengapa ada beberapa wanita yang tidak tahu dirinya sedang hamil, bahkan sampai memasuki usia kehamilan 9 bulan. Choi menjelaskan, keluarnya darah seperti haid yang sedikit atau flek pada wanita juga bisa menjadi pertanda kehamilan ektopik, yakni ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim. Jika Anda ragu, lakukan tes kehamilan atau konsultasi ke dokter.

Selain penurunan metabolisme, hal lain yang mungkin terjadi ketika Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan ekstrem adalah darah haid menjadi lebih sedikit.

Menurut Akopians, ketika komponen tubuh mengalami perubahan, dalam hal ini berat badan, maka tubuh akan beradaptasi salah satunya dengan mengurangi darah haid. "Mungkin ini merupakan tanda keseimbangan tubuh tengah terganggu," imbuh Akopians.

Jika Anda mengalaminya, ia menyarankan untuk menerapkan diet sehat seimbang. Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi asupan yang kaya akan protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin agar keseimbangan komponen dan metabolisme tubuh tetap terjaga.

Jangan anggap enteng efek buruk dari stres berat yang berkepanjangan. Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon di dalam tubuh. Bagi wanita, kondisi ini juga memengaruhi kondisi haidnya.

Ketika Anda sedang stres, jadwal haid biasanya akan menjadi berantakan, entah menjadi lebih maju atau bahkan jadi terlambat. Jika sudah haid pun, Anda berisiko mengalami perubahan volume, yakni menjadi lebih sedikit atau malah berlipat-lipat kali menjadi lebih banyak.

Ketika Anda menggunakan alat kontrasepsi, misalnya berupa pil KB, maka salah satu efek yang umum terjadi adalah perubahan pada jadwal atau banyaknya darah haid. Ini karena pada penggunaan kontrasepsi, umumnya hormon di dalam tubuh Anda memang akan mengalami perubahan. Menurut pakar, hal ini wajar terjadi. Namun jika Anda khawatir, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Menurut Choi, pertambahan usia dan berkaitan dengan menopause, umumnya dapat mengubah jadwal haid dan banyaknya darah haid. "Kadang-kadang dengan proses penuaan alami, perubahan siklus haid akan muncul. Namun ini tak selalu menjadi tanda ketidaksuburan," imbuhnya.

Seiring pertambahan usia, darah haid wanita juga biasanya akan semakin sedikit. Choi mencontohkan, jumlah darah haid yang keluar ketika seorang wanita berusia 20 tahun dan 40 tahun, kemungkinan akan berbeda. Di mana saat wanita semakin tua, umumnya darah haid yang keluar akan menjadi lebih sedikit.

Baca juga: 5 Warna Darah Haid dan Artinya bagi Kondisi Kesehatan


(ajg/vit)

Berita Terkait