Hal tersebut dipicu karena memang Denmark adalah negara dengan jumlah kasus kanker terbanyak di dunia. World Cancer Research Fund Internasional mencatat bahwa prevalensi kanker di Denmark pada tahun 2012 mencapai 338 per seratus ribu orang.
Mengapa bisa demikian kemungkinan karena faktor gaya hidup. Warga Denmark senang berjemur matahari sehingga rentan untuk terpapar oleh sinar ultraviolet berbahaya pemicu kanker kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kampanye Kanker, Remaja Ini Tak Malu Kenakan Bikini Ibunya ke Sekolah
"Puluhan ribu dari kami berangkat dari daerah utara yang gelap dan dingin ke kota dan pantai Anda yang indah. Ketika melihat secercah cahaya matahari, kami ceroboh dan menghabiskan waktu berjam-jam berjemur," ungkap Mikael di dalam video kampanye dan dikutip dari helpadane.com, Sabtu (11/2/2017).
"Ajari kami bagaimana caranya supaya bisa jadi seperti Anda. Ingatkan kami bahwa setiap menit berisiko di bawah pengaruh matahari," lanjutnya.
Di dalam video Mikael menjelaskan bagaimana caranya warga lokal di suatu daerah bisa mengingatkan warga Denmark agar lebih berhati-hati ketika berjemur. Warga lokal bisa memberikan rekomendasi peneduh dan juga krim tabir surya.
Sambil menjelaskan Mikael diiringi oleh regu paduan suara yang beranggotakan orang-orang Denmark dengan ilustrasi luka terbakar matahari. Sepanjang video para paduan suara tersebut mengiringi penjelasan dengan lagu yang hanya berisikan kata 'ow ow ow...'.
Sejauh ini video sudah dibuat dalam lima versi bahasa yaitu Prancis, Yunani, Italia, Spanyol, dan Thailand. Yayasan Kanker Denmark mengatakan mengapa sampai dibuat lima versi karena kelima negara tersebut adalah tempat wisata yang populer di antara kalangan warga Denmark.
Baca juga: Film 'Bulu Hidung Lebat', Pesan Agar Manusia Tak Abaikan Polusi Udara
(fds/vit)











































