detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Penyebab Susah Buang Air Besar

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 14/02/2017 15:21 WIB
Penyebab Susah Buang Air BesarFoto: detikHealth
Jakarta, Saya susah buang air besar, padahal sudah konsumsi makanan yang memperlancar pencernaan. Kenapa ya Dok? Terimakasih.

Sri (Wanita, 20 tahun)

Jawaban

Susah buang air besar dalam istilah medis disebut konstipasi. Konstipasi secara umum dibagi dua, yakni primer dan sekunder. Konstipasi primer dibagi lagi menjadi tiga subtipe, yaitu normal-transit constipation (NTC), slow-transit constipation (STC) dan disfungsi lantai pelvis (pelvic floor dyssynergia). STC mayoritas dialami oleh perempuan.

Sedangkan penderita NTC biasanya pemeriksaan fisiknya normal. Konstipasi sekunder umumnya disebabkan oleh kurang minum air, kurang asupan serat, terlalu banyak konsumsi kopi, teh, alkohol, serta kurang berolahraga.

Konstipasi sekunder juga disebabkan oleh kelainan struktur anatomis organ seperti: striktur kolon, volvulus, megarektum idiopatik, fissura ani, hemoroid tipe thrombosed, dan tumor obstruktif.

Secara umum, penyebab konstipasi multifaktorial, contohnya adalah:
1. Penyakit atau gangguan sistemik, seperti:
a. Gangguan persarafan, seperti: stroke, penyakit Parkinson, penyakit Chagas, penyakit Hirschsprung, cedera kepala, lesi tulang belakang, multipel sklerosis, familial dysautonomia, neuropati otonom diabetik, dsb.
b. Gangguan endokrinologi dan metabolik, seperti: kencing manis atau diabetes mellitus, hiperkalsemia, hiperparatiroidisme, hipotiroidisme, hipokalemia, hipotiroidisme, kehamilan, dsb.
c. Gangguan jaringan konektif, seperti: skleroderma, amiloidosis, dsb.

2. Sering atau terbiasa mengonsumsi obat antasid yang mengandung kalsium atau aluminium.
3. Gangguan makan atau terdapat permasalahan dengan otot-otot dan sistem persarafan pada sistem pencernaan (digestif).
4. Pola hidup yang tidak sehat dan seimbang, berupa: stres, tidak aktif, kurang berolahraga, tidak minum cukup air, tidak cukup serat, hobi konsumsi produk olahan susu, suka menahan hasrat BAB (buang air besar) yang sebagian orang melakukannya karena wasir, dsb.
5. Kehamilan atau sedang hamil.
6. Penggunaan obat-obat pencahar (laxatives) yang berlebihan atau tidak sesuai resep dokter.
7. Kanker kolon.
8. Perubahan pola diet atau aktivitas.
9. Penyakit IBS (Irritable Bowel Syndrome).
10. Beberapa medikasi (terutama obat penghilang atau pereda nyeri seperti: narkotika, antidepresan, dsb).

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 
Berita Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit