detikhealth

Hati-hati Kebiasaan Ini Rentan Bikin Pesepakbola Alami Kerusakan Otak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 22/02/2017 14:12 WIB
Hati-hati Kebiasaan Ini Rentan Bikin Pesepakbola Alami Kerusakan OtakFoto: REUTERS/Antonio Bronic
Jakarta, Kebiasaan tertentu saat memainkan si kulit bundar berisiko kerusakan otak pada pesepakbola. Kebiasaan apakah itu? Yuk simak penjelasan peneliti.

Kebiasaan yang dimaksud adalah menyundul bola. Ya, kegiatan ini lumrah dilakukan pesepakbola, baik saat latihan maupun di tengah permainan. Namun banyak dari mereka yang tak menyadari dampak ke depan dari kebiasaan menyundul bola ini.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan University College London dan Cardiff University memastikan pesepakbola yang kerap menyundul bola dengan kepala berisiko mengalami kerusakan otak dalam beberapa tahun ke depan.

Pembuktiannya dilakukan lewat pemeriksaan otak lima pasien yang dulunya pernah menjadi pesepakbola profesional rata-rata selama 26 tahun dan satu orang lain yang hanya menjadi pesepakbola amatiran.

Baca juga: Cukup 20 Kali Menyundul Bola Dapat Pengaruhi Memori Otak

Ternyata keenam partisipan mengalami demensia di usia 60-an. Namun dari hasil pemeriksaan post-mortem mereka, peneliti menemukan tanda-tanda cedera otak yang disebut 'chronic traumatic encephalopathy (CTE) pada empat partisipan.

Kondisi ini telah lama dikaitkan dengan penurunan daya ingat, depresi dan demensia, bahkan juga dilaporkan pada pemain olahraga kontak lainnya seperti tinju.

"Untuk pertama kalinya kami menemukan bukti bahwa cedera kepala yang terjadi beberapa waktu sebelumnya akan berdampak pada mereka yang kemudian mengidap demensia," kata salah satu peneliti Prof Huw Morris seperti dilaporkan BBC.

Tiap otak partisipan juga memperlihatkan tanda-tanda penyakit Alzheimer serta perubahan pembuluh darah di otak yang juga bisa memicu demensia.

Lantas bagaimana dengan yang menggemari sepakbola? Dari hasil perbandingan scan otak antara pesepakbola profesional dengan yang amatir, tidak terlihat adanya masalah pada otak pesepakbola amatir atau mereka yang hanya melakukannya sebatas hobi.

"Kecenderungan muncul karena kebiasaan menyundul bola dilakukan dalam waktu lama dan ini tidak ditemukan pada mereka yang melakukannya untuk hobi saja. Lagipula saya kira manfaatnya jauh lebih besar dari risikonya," timpal Dr David Reynolds dari Alzheimer's Research UK, menanggapi studi ini.

Reynolds juga berpendapat bahwa demensia tidak bisa muncul karena satu faktor, melainkan kombinasi faktor yang 'kompleks', seperti usia, gaya hidup dan faktor genetik, sehingga studi ini masih harus didalami lagi.

Baca juga: Ringan Atau Berat, Efek Gegar Otak Dapat Bertahan Hingga Bertahun-tahun (lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit