Pria bernama Rolden Batista (40) asal Brazil itu menuturkan dirinya mendapat dua opsi terkait pelaksanan operasi. Pertama, dioperasi dalam keadaan benar-benar terbius. Kedua, tetap sadar pada saat operasi.
Karena mendapat informasi keberhasilan operasi lebih besar jika pasien menjalaninya dalam keadaan sadar, maka Rolden memilih opsi kedua. "Dokter lantas memberi ide saya bermain gitar saat operasi," ucapnya, dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tanpa Dibius, Pria Ini Jalani Operasi Otak Sambil Bernyanyi Tenor
Ahli bedah menjelaskan membiarkan pasien tetap sadar dan bahkan memintanya memainkan alat musik dan bernyanyi merupakan cara tercepat untuk mengetahui apakah mereka telah membuat kesalahan selama prosedur. Jika pasien diketahui tidak bisa melafalkan lagu, maka saat itu juga dokter akan 'memperbaiki' bagian otak yang mengontrol gerakan, ucapan dan indra sebelum terlambat.
Memainkan alat musik saat operasi otak digelar bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya seorang musisi Spanyol, Carlos Aguilera, menjalani operasi otak sambil memainkan alat musik yang dikuasainya selama ini, yaitu saksofon.
Selain itu penyanyi tenor kenamaan asal Slovenia, Ambroz Bajec-Lapajne didiagnosis dengan Glioblastoma multiforme (GMB) juga dioperasi dalam keadaan sadar. Saat operasi berlangsung, Ambroz membawakan salah satu karya komposer Franz Peter Schubert bertajuk 'Gute Nacht'.
Seorang pria berumur 47 tahun asal Tiongkok juga sengaja dibuat sadar selama operasi pengangkatan tumor. Selama operasi berlangsung, si pasien diminta membaca berita-berita dari tablet PC yang disediakan, membaca puisi, juga mengecek harga saham kala itu.
Baca juga: Wah! Pria Ini Mainkan Saksofon Saat Tumor Otaknya Diangkat
(vit/up)










































