5 Hal yang Bisa Menyebabkan Vagina Kering

5 Hal yang Bisa Menyebabkan Vagina Kering

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 05 Mar 2017 17:00 WIB
5 Hal yang Bisa Menyebabkan Vagina Kering
Foto: thinkstock
Jakarta - Agar aktivitas bercinta bisa maksimal sama-sama menyenangkan bagi kedua pasangan, maka vagina perlu dalam kondisi terlubrikasi optimal. Alasannya agar penetrasi bisa lebih nyaman tidak ada rasa nyeri akibat friksi berlebih antara penis dengan dinding vagina.

Namun masalahnya kadang vagina bisa juga tidak terlubrikasi dengan baik atau kering. Bila dipaksakan tentunya akan membuat sesi bercinta menjadi tidak nyaman karena sakit dan bahkan bisa memicu pendarahan.

Hal apa saja yang kira-kira bisa menjadi pemicu kekeringan vagina ini? Berikut beberapa contohnya seperti dirangkum detikhealth dari berbagai sumber:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 5 Fakta Menarik Tentang Klitoris Wanita

1. Ketidakseimbangan hormon

Foto: thinkstock
Penyebab paling sering dari masalah vagina kering adalah ketidakseimbangan hormon. Wanita yang menopause, habis melahirkan, atau menyusui umum alami masalah vagina kering ini karena produksi hormon estrogen mereka menurun tajam.

Direktur Kedokteran Seksual dr Irwin Goldstein, MD, dari Alvarado Hospital menambahkan pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi juga bisa mengganggu keseimbangan hormon.

"Kesehatan vagina ini bergantung pada hormon estrogen," ungkap dr Irwin.

2. Obat

Foto: ilustrasi/thinkstock
Seperti telah dijelaskan sebelumnya ada obat yang bisa memengaruhi lubrikasi pada vagina. Selain obat-obat kanker, obat lain yang lebih umum seperti untuk alergi atau pilek yang mengandung antihistamin bisa juga membuat vagina kering.

Antihistamin punya efek mengeringkan cairan di tubuh termasuk pada vagina.

3. Senyawa kimia

Foto: thinkstock
Senyawa kimia yang ada pada sabun, parfum, atau produk kecantikan lainnya dapat menjadi zat iritan bagi vagina. Akibatnya meski mungkin seseorang memakai produk-produk tersebut agar lebih bersih, vagina malah akan jadi lebih kering.

"Banyak wanita punya alergi pada deterjen dan sabun-sabunan," kata dr Irwin.

4. Stres dan Cemas

Foto: Getty Images
Kondisi mental yang terganggu apakah itu karena stres, cemas, atau depresi akan berdampak besar pada libido. Seorang wanita akan menjadi sulit untuk bergairah sehingga lubrikasi juga menjadi tidak maksimal.

Foreplay serta pendekatan yang lebih intim dari pasangan mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

5. Kurang foreplay

Foto: thinkstock
Agar lubrikasi maksimal maka seorang wanita harus benar-benar merasa terangsang. Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pria adalah tergesa-gesa untuk melakukan penetrasi tanpa melakukan foreplay atau pemanasan yang cukup.

Berikan kecupan sensual, fingering, atau cunninglingus pelan-pelan agar istri bisa menikmati dirinya.

Baca juga: Wanita Butuh Foreplay Lebih Lama, Ini 7 Langkah Mendapatkannya

Halaman 2 dari 6
Penyebab paling sering dari masalah vagina kering adalah ketidakseimbangan hormon. Wanita yang menopause, habis melahirkan, atau menyusui umum alami masalah vagina kering ini karena produksi hormon estrogen mereka menurun tajam.

Direktur Kedokteran Seksual dr Irwin Goldstein, MD, dari Alvarado Hospital menambahkan pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi juga bisa mengganggu keseimbangan hormon.

"Kesehatan vagina ini bergantung pada hormon estrogen," ungkap dr Irwin.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya ada obat yang bisa memengaruhi lubrikasi pada vagina. Selain obat-obat kanker, obat lain yang lebih umum seperti untuk alergi atau pilek yang mengandung antihistamin bisa juga membuat vagina kering.

Antihistamin punya efek mengeringkan cairan di tubuh termasuk pada vagina.

Senyawa kimia yang ada pada sabun, parfum, atau produk kecantikan lainnya dapat menjadi zat iritan bagi vagina. Akibatnya meski mungkin seseorang memakai produk-produk tersebut agar lebih bersih, vagina malah akan jadi lebih kering.

"Banyak wanita punya alergi pada deterjen dan sabun-sabunan," kata dr Irwin.

Kondisi mental yang terganggu apakah itu karena stres, cemas, atau depresi akan berdampak besar pada libido. Seorang wanita akan menjadi sulit untuk bergairah sehingga lubrikasi juga menjadi tidak maksimal.

Foreplay serta pendekatan yang lebih intim dari pasangan mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Agar lubrikasi maksimal maka seorang wanita harus benar-benar merasa terangsang. Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pria adalah tergesa-gesa untuk melakukan penetrasi tanpa melakukan foreplay atau pemanasan yang cukup.

Berikan kecupan sensual, fingering, atau cunninglingus pelan-pelan agar istri bisa menikmati dirinya.

Baca juga: Wanita Butuh Foreplay Lebih Lama, Ini 7 Langkah Mendapatkannya

(fds/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads