detikhealth

True Story

Bagaimana Rasanya Hidup dengan 9 Kepribadian?

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 06/03/2017 09:39 WIB
Bagaimana Rasanya Hidup dengan 9 Kepribadian?Foto: nurvita
Jakarta, Hidup dengan 9 kepribadian? Rasanya terdengar seperti kisah dalam film. Tapi ini nyata, bisa terjadi dan dialami seseorang. Seperti yang dialami Anastasia Wella (27). Lalu, bagaimana rasanya?

"Saya pernah disangka kesurupan. Tapi ini bukan trans, melainkan saya yang punya beberapa kepribadian," tutur Anastasia kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Ketika Anastasia menjadi seseorang dengan kepribadian yang lain, dirinya sendiri tidak sadar. Fisiknya pun menjadi sakit karena tegang. Dia juga jadi kehilangan fase waktu, karena kepribadian yang lain bisa 'menguasainya' hingga beberapa hari, bahkan sebulan.

"Ketika saya kembali ke diri saya sendiri baru sadar kok sudah tanggal sendiri, selama tanggal kemarin yang saya dengan kepribadian yang lain itu nggak ingat," sambungnya.

9 Kepribadian dalam dirinya punya nama masing-masing. Mereka adalah Atin, sosok anak perempuan berusia 9-10 tahun, Saraswati yang penari, Sari yang merupakan akuntan, Naura yang memiliki sifat pemberani, Gadis yang merupakan sosok ekstrovert, Paula yang pemarah, Ravelen si anak gaul, Ayu yang feminin dan Andreas yang agak mania.

"Ketika dengan kepribadian yang lain, saya memperkenalkan diri dengan nama mereka. Makanya kalau kemudian tiba-tiba ketemu orang yang manggil saya dengan nama berbeda, itu pasti karena saya kenalan saat dengan kepribadian yang lain," papar Anastasia.

Baca juga: Begini Rasanya Hidup dengan 8 Kepribadian

Anastasia didiagnosis Dissosiative Identity Disorder (DID) atau yang lebih dikenal dengan istilah Split Personality atau Multiple Personality pada 2009. Psikiater yang menanganinya menengarai Anastasia mulanya memiliki gangguan bipolar yang tidak tertangani.

"Kepribadian yang lain ini biasanya muncul kalau saya nggak bisa. Misalnya saya nggak bisa akuntansi tapi harus mengerjakan akuntansi, lalu saya jadi cemas dan panik, nah kepribadian yang lain lantas keluar. Split ini terjadi ketika saya dalam keadaan tertekan yang tidak mampu saya hadapi," sambung Anastasia.

Orang-orang menyangka Anastasia aneh karena suatu kali tampak sebagai sosok yang 'ramai' namun di saat yang lain menjadi pendiam. Ini membuatnya minder dan menjadi sulit punya teman. "Gangguan ini lebih ke interaksi sosial. Karena punya banyak identitas saya jadi susah interaksi sosial," imbuhnya.

Saat ini Anastasia mengonsumsi obat antidepresan. Dokter berpesan agar jangan sampai putus obat untuk menghindari kondisi tertekannya Anastasia sehingga memicu munculnya kepribadian lain yang dominan. Sayangnya terkadang saat kepribadian yang lain muncul, ada yang tidak mau minum obat.

"Sebelumnya saya sempat ganti-ganti dokter. Untuk menegakkan diagnosis ini juga butuh waktu lama karena saya harus tes lagi, diobservasi lagi. Sekarang ini saya sebeulan sekali terapi. Kata dokter bisa disembuhkan," papar Anastasia.

Anastasia juga bersyukur dirinya punya kekasih yang bisa menjadi sahabat sekaligus sosok yang sangat mengerti dirinya. Yoandi, nama pria itu, tidak menganggap apa yang dialami Anastasia sebagai suatu keanehan. Dia paham benar Anastasia butuh sahabat dan orang bisa mendorong rasa percaya dirinya.

"Harus ada yang mendampinginya. Dengan ini saya jadi belajar, kebetulan juga suka baca tentang split ini," ucap Yoandi.

Baca juga: Wanita dengan 10 Kepribadian, Beberapa di Antaranya Buta

(vit/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit