Obat Berlapis Cokelat, Terobosan Cegah Anak Trauma Minum Obat

Obat Berlapis Cokelat, Terobosan Cegah Anak Trauma Minum Obat

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 09 Mar 2017 08:30 WIB
Obat Berlapis Cokelat, Terobosan Cegah Anak Trauma Minum Obat
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Memberikan rasa pada obat merupakan trik yang banyak digunakan agar anak mau minum obat. Tetapi ada beberapa kondisi di mana anak terpaksa harus meminum obat yang terasa pahit, semisal pada anak dengan sakit kronis.

Ahli estetika anak dari Perth Children's Hospital Foundation dan Centre of Optimisation of Medicine, Britta Regli-von-Ungern-Sternberg mengatakan, banyak obat 'pendahuluan' yang harus diberikan kepada anak dengan sakit kronis sebelum melakukan prosedur tertentu, semisal dianestesi atau dibius.

"Sebelum dianestesi, mereka jadi sangat cemas sehingga kami harus memberi 'obat pendahuluan'. Salah satu yang paling umum diberikan adalah Midazolam, ini sangat efektif tapi rasanya memang pahit," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beragam reaksi diperlihatkan si anak ketika tahu akan diberi obat. Mulai dari mengunci mulutnya rapat-rapat hingga meludahkannya lagi setelah berhasil dimasukkan ke mulutnya secara paksa.

Di sisi lain, ketika mereka dipaksa untuk minum obat seperti ini, dampak yang terjadi kemudian adalah trauma yang lebih dalam terhadap obat.

"Obat yang seharusnya menenangkan mereka, tetapi karena cara yang kita gunakan, mereka malah semakin trauma," tutur Britta seperti dilaporkan ABC Australia.

Baca juga: Beri Penawar Rasa Pahit Saat Anak Minum Obat, Bolehkah?

Untuk itu, Britta dan rekannya Prof Lee Yong Lim dari University of Western Australia mencoba mengembangkan suatu terobosan agar anak dengan sakit kronis tak lagi cemas ketika diberi obat.

Terobosan yang dimaksud adalah melapisi obat-obatan tersebut dengan cokelat, bahan makanan yang paling sulit ditolak oleh anak-anak. Obat ini diklaim mampu menutupi rasa pahit pada obat sekaligus menghilangkan trauma anak gara-gara dipaksa minum obat.

Baca juga: Hai Bunda, Yuk Lakukan Trik Ini Agar Anak Tak Takut Minum Obat

Yakin dengan potensi obat bikinan mereka, saat ini Britta dan timnya tengah berupaya mengajukan izin edar obat ini ke Food and Drug Administration (FDA) setempat.

Dalam waktu yang bersamaan, mereka juga mencari sponsor agar obat berlapis cokelat tersebut dapat diproduksi secara massal.

"Dengan begitu obatnya bisa dinikmati di seluruh Australia, kalau perlu ke penjuru dunia," harap Britta. (lll/vit)

Berita Terkait