detikhealth

Konsumsi Diet Tinggi Gula, Makin Banyak Anak Perlu Cabut Gigi

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 21/03/2017 12:29 WIB
Konsumsi Diet Tinggi Gula, Makin Banyak Anak Perlu Cabut GigiFoto: thinkstock
Jakarta, Menurut data yang dikumpulkan oleh peneliti di Royal College of Surgeons di Inggris, terjadi peningkatan kasus anak yang alami pembusukkan gigi sehingga perlu dicabut. Para peneliti mengaitkan fenomena ini dengan konsumsi diet yang tinggi gula.

Pemimpin studi Profesor Nigel Hunt menjelaskan 10 tahun yang lalu ada sekitar 7.400 kasus pencabutan gigi anak usia empat tahun ke bawah. Nah pada tahun 2015-2016, angka tersebut meningkat sekitar 24 persen jadi 9.206 kasus.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Jika Hendak Kenalkan Pasta Gigi pada Anak

"Ketika Anda melihat angkanya meningkat seperti ini, terlihat jelas bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan manis anak-anak kita membawa dampak buruk untuk kesehatan giginya," kata Prof Nigel seperti dikutip dari BBC, Selasa (21/3/2017).

"Sangat mengejutkan untuk tahu anak kecil umur satu atau dua tahun sudah perlu dicabut giginya," lanjut Prof Nigel.

Menurut laporan hampir 90 persen kasus pencabutan gigi pada anak tersebut sebetulnya bisa dicegah. Orang tua hanya perlu lebih berhati-hati terhadap konsumsi makanan serta minuman tinggi gula anaknya, memastikan anak rutin menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung fluoride dan juga mengunjungi dokter gigi.

Meski memang pada anak-anak giginya akan tanggal sendiri karena bukan gigi permanen, bukan berarti orang tua bisa lengah.

Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) drg Udijanto Tedjosasongko, SpKGA (K), PhD, mengatakan bila gigi anak dibiarkan begitu saja dan kemudian rusak akan menimbulkan rasa sakit. Nafsu makan jadi terpengaruh sehingga konsumsi nutrisinya bisa tak terpenuhi secara optimal.

Dampak dalam jangka pendek performa akademis anak bisa berkurang sementara untuk jangka panjangnya ada risiko untuk terjadi stunting.

"Sangat tidak betul bahwa tidak perlu dilakukan sesuatu pada gigi sulung... Pemikiran yang seperti itu mungkin muncul karena dari masyarakat secara umum belum menempatkan perawatan gigi sebagai prioritas," kata drg Udijanto beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Lho Pentingnya Merawat Gigi Susu

(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close