Kata dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPD.I, ada 3 cara sederhana mengetahui apakah anak kita terindikasi autistik atau tidak. Petunjuknya sebagai berikut:
Baca juga: Tahukah Anda? Zaman Dulu, Autisme Disangka Gangguan Jiwa Anak https://health.detik.com/read/2017/04/02/065125/3462644/1301/tahukah-anda-zaman-dulu-autisme-disangka-gangguan-jiwa-anak?l992205755
1. Memandang Anda Saat Ingin Menunjukkan?
|
Foto: thinkstock
|
Pada anak dengan autistik biasanya sangat minim kontak mata.
2. Melihat ke Arah yang Ditunjuk?
|
Foto: Thinkstock
|
Pada beberapa anak dengan indikasi autistik, umumnya tidak akan melihat ke arah yang kita tunjuk. Mereka malah melihat ke jari telunjuk atau justru melihat ke arah lain.
3. Menggunakan Imajinasi?
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Pada anak non-autistik, jika diberikan benda menyerupai handphone, umumnya mereka akan meletakkan di telinga dan pura-pura menelepon. Atau ketika mereka diberi mainan berupa gelas, mereka bisa pura-pura menuangkan minuman ke gelas tersebut. Namun hal ini tidak dijumpai pada anak-anak dengan autistik.
"Jika tidak bisa ketiga hal itu, hampir dipastikan autisme. Segeralah bawa anak ke dokter yang memahami autisme," sara dr Rudy.
Untuk mendiagnosis autisme, dokter akan menggunakan perangkat sebagai berikut:
1. Screening tool for autism in two years old (STAT)
2. Checklist for autism in toddler (CHAT)
3. Modified CHAT (MCHAT)
4. Untuk yang lebih samar bisa digunakan autism spectrum screening questionnaire (ASSQ), childhood asperger syndrome test (CAST) dan Australian scale for asperger's syndrome (ASAS).
Baca juga: Pertama Kalinya Karakter Superhero Digambarkan Alami Autisme











































