detikhealth

Mungkinkah Virus Tinggal di Dalam Obat?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 07/04/2017 18:33 WIB
Mungkinkah Virus Tinggal di Dalam Obat?Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Beredar kabar parasetamol jenis baru, yaitu parasetamol P-500 mengandung virus berbahaya dan mematikan yang disebut virus Machupo. Apakah benar obat dapat disusupi oleh virus?

Untuk mengetahui jawabannya, Anda harus memahami definisi virus itu sendiri. Dari berbagai literatur disebutkan bahwa virus hanya bisa hidup di dalam sel makhluk hidup atau host.

Dalam situs Science Daily pernah diterangkan bahwa keberadaan host ini juga membantu virus untuk bereproduksi atau berkembang biak. Di luar itu, virus tak bisa berbuat apa-apa alias mati. Ini berlaku untuk segala jenis virus yang ada di muka bumi.

Selain itu, banyak pakar sepakat jika virus itu sendiri bukanlah 'benda hidup' karena mereka tidak memenuhi kriteria makhluk hidup. Alasan utamanya, virus tidak memiliki membran sel dan tubuhnya tidak mengalami metabolisme.

Baca juga: Mengenal Machupo yang Viral karena Broadcast Parasetamol Bervirus

Kendati demikian, begitu keluar dari tubuh organisme, virus masih bisa bertahan hidup walaupun hanya dalam hitungan jam atau hari. Situs National Health Service UK menyebut berapa lama virus bertahan di luar tubuh host-nya bergantung jenis virus, permukaan benda yang 'ditumpanginya' dan kondisi benda tersebut, apakah panas, dingin, atau lembab.

Beberapa jenis virus yang bisa bertahan di luar tubuh adalah virus flu. Begitu keluar dari tubuh, virus flu masih bisa memicu infeksi dalam kurun 24 jam. Akan tetapi setelah lima menit, jumlah virusnya juga akan berkurang drastis. Hal ini juga dibarengi dengan berkurangnya kemampuan virus untuk menginfeksi makhluk hidup.

Namun virus flu bisa bertahan di udara selama beberapa jam, utamanya di udara dengan temperatur rendah. Contoh lainnya adalah virus herpes yang bisa bertahan selama empat jam di permukaan plastik dan dua jam di permukaan kulit. Untuk itu saat terkena herpes, jangan dipegang. Kalaupun dipegang, misalkan untuk mengoleskan obat, segera cuci tangan Anda setelah itu.

Contoh virus yang bisa bertahan lebih lama adalah norovirus. Dalam sebuah studi dikatakan norovirus dapat 'hidup' di luar tubuh selama beberapa hari atau minggu, utamanya di atas permukaan benda yang keras.

Dengan kata lain, virus tidak dapat hidup di dalam benda mati atau lingkungan yang kering seperti tablet sekalipun. Permukaan benda keras yang bisa 'ditumpangi' virus hanyalah yang biasa digunakan di dalam laboratorium seperti plastik dan kaca, itupun hanya bertahan dalam hitungan jam saja.

Untungnya virus yang cukup berbahaya seperti norovirus sekalipun dapat dicegah penyebarannya dengan kebiasaan cuci tangan dan memasak makanan sampai matang sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Proses Terjadinya Infeksi HIV pada Anak dan Dewasa Berbeda Lho


(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close