detikhealth

Menyikapi Balita yang 'Hobi' Masukkan Sesuatu ke Mulut

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 09/04/2017 13:03 WIB
Menyikapi Balita yang Hobi Masukkan Sesuatu ke MulutFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Anak sudah berusia 5 tahun, tapi 'hobi' menggigiti kuku atau memasukkan benda ke mulutnya tak kunjung berhenti. Hmm, bagaimana baiknya ayah dan bunda bersikap?

Terkait hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan, jika tangan anak tak bisa diam, misalnya suka mengelupas bibir, menggigit jari, bahkan memasukkan benda ke mulut padahal sudah berumur 5 tahun, ada hal yang perlu diperhatikan.

"Ini terkait dengan mouthing behavior yaitu memasukkan semuanya (benda) ke mulut atau fingering. Kenapa sampai usia 5 tahun anak masih suka gigit kuku misalnya? Pertama proses mouthing behavior-nya nggak berjalan mulus, atau anak cemas tinggi dan dia cari kenyamanan," tutur Ratih.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Marchvelous yang digelar BCMarch di Plaza City Tower, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2017). Sehingga, kata Ratih, pernah kan Ayah dan Ibu melihat anak yang tiba-tiba memilin ujung bantar atau memilin rambut sang ibu?

Nah, dalam keadaan seperti itu bukan tak mungkin anak sedang cemas. Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalkan kecemasan anak? Menurut Ratih, coba beri anak stress ball atau semacam mainan seperti squishy yang bisa diremas, untuk menyalurkan perasaan anak.

Baca juga: Kebiasaan Ortu Seperti Ini Justru Bikin Anak Jadi Penakut dan Mudah Cemas

"Kita alihkan dan lakukan interaksi yang lebih nyata. Begitu juga kalau tangannya nggak bisa diam, coba kasih kertas yang bisa dia robek atau dia boleh bikin fingerprint di kertas misalnya," tambah Ratih.

Menurutnya, jangan terlalu sering mengatakan kata 'jangan' pada anak. Dengan kata lain, baiknya orang tua tidak konsisten menstimulasi anak dengan mengatakan jangan. Sebab, ketika anak melakukan mouthing behavior dikatakan Ratih ada ketidaknyamanan yang dirasakan anak atau kebiasaan sehingga anak mencari sesuatu yang membuatnya nyaman.

"Kita bisa katakan 'Tangan kamu itu kotor, kalau pegang mulut nanti kena kuman'. Jadi kalau pegang mulut nanti kena kuman. Jadi kita beri penjelasan, tidak berhenti di jangan. Kadang orang tua cuma bilang jangan masukan ke mulut, anak jadi bingung kenapa. Anak usia 1 tahun udah bisa kok dibilangin, dia ngerti cuma nggak bisa ngomong aja," tutur Ratih.

Baca juga: Ingat Ya Ibu, Aktivitas Bermain Itu Harus Menyenangkan untuk Anak(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close