detikhealth

Menyoal Angka Harapan Hidup Pasien Kanker Serviks Seperti Jupe

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 17/04/2017 14:32 WIB
Menyoal Angka Harapan Hidup Pasien Kanker Serviks Seperti JupeFoto: Grandyos Zafna
Jakarta, Sebuah lagu berjudul 'Selamat Jalan Jupe' yang diunggah di YouTube menuai sensasi. Sebabnya, Julia Perez yang disebutkan dalam lagu tersebut hingga kini masih terus berjuang melawan penyakitnya.

Memang benar, urusan hidup dan mati sepenuhnya merupakan hak milik Tuhan Yang Maha Esa. Namun untuk pasien kanker, ada istilah yang disebut sebagai angka harapan hidup (survival rates) untuk melihat bagaimana proses pengobatan berpengaruh terhadap kesuksesan bertahan hidup.

"Angka harapan hidup bukanlah sisa umur dan tidak berfungsi sebagai prediksi kapan seseorang meninggal. Angka harapan hidup merupakan bentuk dari penghitungan persentase pasien kanker yang masih hidup dalam 5 tahun setelah terdiagnosis kanker," dikutip dari situs Cancer.org.

Baca juga: Pesan Jupe ke Pasien Kanker: Jangan Lihat Gimana Ntar!

Angka harapan hidup pada pasien kanker berbeda-beda tergantung jenis dan stadium penyakitnya. Pada kanker serviks misalnya, angka harapan hidup berkisar dari 93 persen pada pasien kanker serviks stadium 1A hingga 15 persen pada pasien kanker serviks stadium IVB.

Dengan kata lain, 93 dari 100 pasien kanker serviks stadium 1A masih hidup dari pertama kali ia terdiagnosis hingga 5 tahun ke depan. Semakin parah stadium kankernya, semakin kecil pula persentase angka harapan hidup. Hal ini dikarenakan kanker stadium lanjut biasanya sudah menyebar ke bagian tubuh lain dan sulit diobati.

Patut diingat bahwa angka harapan hidup ini hanya estimasi. Banyak faktor lain yang memengaruhi naik dan turunnya angka harapan hidup seperti kepatuhan berobat, kesuksesan pengobatan yang dilakukan serta usia dan kondisi kesehatan pasien.

Agar lebih jelas, berikut tabel angka harapan hidup bagi pasien kanker serviks yang dikeluarkan American Cancer Society:

- Stadium 1A: 93 persen
- Stadium 1B: 80 persen
- Stadium 2A: 63 persen
- Stadium 2B: 58 persen
- Stadium 3A: 35 persen
- Stadium 3B: 32 persen
- Stadium 4A: 16 persen
- Stadium 4B: 15 persen

Beberapa waktu lalu, pakar kanker dari RS Kanker Dharmais, dr Ronald Hukom MHSc, SpPD-KHOM, mengatakan angka harapan hidup pasien kanker di negara-negara maju mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan sudah bagusnya pemeriksaan dini, tindakan pencegahan serta berkembangnya teknologi kedokteran dan obat-obatan.

Sayangnya hal ini belum terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu sebabnya adalah banyak kasus kanker yang ditemukan di stadium lanjut. Kemudian, program deteksi dini atau pencegahan primer tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Lalu, ada kendala pula dalam soal tenaga medis. Dikatakan dr Ronald, tim dokter yang menangani kanker belum cukup banyak ditemukan di RS selain di kota besar. Belum lagi anggaran kesehatan yang persentasenya di APBN masih kecil.

"Anggaran kesehatan di negara maju banyak yang sudah mencapai 4-5 persen dari total anggaran keseluruhan. Kalau di Indonesia, masih di 2 persen lebih sedikit," ujarnya.

Baca juga: Kena Kanker Stadium Lanjut Bukan Berarti Pasien Tak Perlu Lagi Berobat


(mrs/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close