detikhealth

Kata Pakar Soal Kaitan Cukai Minuman Ringan dan Kesehatan Masyarakat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 21/04/2017 11:06 WIB
Kata Pakar Soal Kaitan Cukai Minuman Ringan dan Kesehatan MasyarakatFoto: Ilustrasi minuman ringan/ iStock
Berkeley, AS, Cukai minuman ringan sudah setahun berjalan di Berkeley, Amerika Serikat. Dikatakan pakar kesehatan, dampaknya bagi kesehatan masyarakat sudah mulai terlihat.

dr Lynn D. Silver, pakar kesehatan masyarakat dari Public Health Institute, Oakland, mengatakan adanya cukai bagi minuman ringan yang mengandung pemanis buatan membuat penjualan menurun. Hal ini memiliki efek baik bagi kesehatan sekaligus perekonomian masyarakat.

"Ini adalah kesuksesan yang besar. Adanya cukai ini menurunkan penjualan minuman ringan yang membuat masyarakat menjauhi obesitas dan kegemukan," tutur dr Silver, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Studi: Cukai Minuman Ringan Kurangi Risiko Diabetes Hingga Penyakit Jantung

Cukai minuman ringan diterapkan di Berkeley, AS, sejak Maret tahun 2015. Setelah satu tahun, penjualan minuman ringan turun hingga 9,6 persen. Di sisi lain, penjualan susu dan air mineral mengalami peningkatan 3,5 persen.

Sementara itu, jumlah cukai dari penjualan minuman ringan yang terhimpun sebesar 1,4 juta dollar, setara dengan 18,6 miliar rupiah. Cukai tersebut digunakan untuk mendanai program-program kesehatan anak dan masyarakat.

Michael F. Jacobson, presiden Center for Science in the Public Interest, Washington, mengatakan hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS Medicine ini merupakan kemenangan besar. Sebabnya, hasil studi mematahkan klaim dari pihak perusahaan minuman ringan yang menyebut adanya cukai tidak akan berpengaruh terhadap penjualan.

Komentar dukungan juga datang dari Nancy Brown, CEO American Hearth Association. Ia menyebut perusahaan minuman ringan seharusnya mulai mendukung adanya cukai ini daripada mengeluarkan biaya jutaan dolar demi citra baik yang malah menyesatkan masyarakat.

Menanggapi hasil penelitian ini, The American Beverage Association menyebut Berkeley bukanlah daerah yang mencerminkan mayoritas penduduk Amerika Serikat. Sehingga adanya cukai dan penurunan penjualan tidak merepresentasikan konsumsi soda dan minuman ringan di seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Lebih dari 75 Persen Remaja Mengonsumsi Gula Melewati Batas Aman

Terkait minuman ringan dan minuman berpemanis lainnya, sah-sah saja dikonsumsi masyarakat sebagai minuman 'rekreasi'. Tapi ingat, jangan sampai berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan bisa mengakibatkan dampak yang tidak baik, misalnya gangguan kesehatan.(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit