detikhealth

Tepatkah Menyetrum Jadi Alat Terapi Anak yang Gemar Berbohong?

Nurvita Indarini - detikHealth
Rabu, 03/05/2017 17:00 WIB
Tepatkah Menyetrum Jadi Alat Terapi Anak yang Gemar Berbohong?Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Tindakan kepala sekolah di suatu sekolah dasar di Malang menjadi sorotan setelah disebut menyetrum empat siswa didiknya. Jika ini digunakan sebagai 'shock therapy' anak yang gemar berbohong, apakah tepat?

Kasus tersebut saat ini memang masih dalam penyelidikan. Namun jika benar hal itu dilakukan sebagai bentuk terapi agar anak tak lagi berbohong, menurut psikolog anak Anastasia Satriyo, hal itu kurang tepat.

Kata Anas, terapi hendaknya dilakukan oleh orang yang berkompeten. Menurutnya, hal tersebut bukanlah kompetensi dari guru maupun lembaga sekolah.

"Saya akan menanggapi dari sudut pandang hukuman fisik atau corporal punishment yang dari hasil penelitian 30 tahun terakhir ini maupun dari Konvensi Hak Anak dianggap bukanlah cara yang tepat untuk membentuk perilaku anak," terang perempuan yang akrab disapa Anas ini dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (3/5/2017).

Baca juga: Kasus-kasus Tragis Saat Seseorang Kesetrum

Disampaikan Anas, hukuman fisik mungkin efektif untuk jangka pendek. Akan tetapi justru akan lebih banyak memberikan efek membahayakan dalam jangka panjang.

Hukuman fisik bersentuhan langsung dengan tubuh anak. Dengan hukuman fisik yang mereka terima, anak akan berpikir bahwa tubuhnya bukanlah otorisasi dirinya. Sehingga bisa jadi anak akan kurang menghargai tubuhnya, lebih dari itu bisa membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya, sehingga dalam jangka panjang akan membuat anak yang bersangkutan jadi korban pelecehan seksual.

"Anak juga belajar melalui social learning. Kalau dirinya pernah disetrum atau dipukul, bisa jadi anak akan berpikir bahwa jika dirinya tidak suka dengan sesuatu yang dilakukan orang lain maka dirinya boleh menyetrum atau memukul orang lain," sambung Anas yang berpraktik di Tiga Generasi.

Belum lagi jika anak mengalami trauma atas hukuman fisik yang diperoleh. Hal ini bisa membuat anak menjadi lebih sensitif atau sebaliknya jadi hiperreaktif.

Baca juga: Bahaya Selalu Mengincar di Kamar Mandi

(vit/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit