Cek, Ini Daftar Penyebab Rontoknya Rambut Kemaluan

Cek, Ini Daftar Penyebab Rontoknya Rambut Kemaluan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 04 Mei 2017 20:19 WIB
Cek, Ini Daftar Penyebab Rontoknya Rambut Kemaluan
Foto: thinkstock
Jakarta - Disadari atau tidak, rambut kemaluan juga bisa mengalami kerontokan. Bukti nyatanya bisa Anda lihat di dudukan toilet. Memang tidak drastis, tetapi kerontokannya berlangsung secara perlahan, dari waktu ke waktu.

Tetapi tahukah Anda apa penyebab rambut kemaluan rontok seperti ini? Berikut sederet alasannya dikutip dari Livestrong, Kamis (4/5/2017).

Baca juga: Fakta! Rambut Kemaluan Juga Bisa Beruban Lho

1. Hormon

Foto: ilustrasi/thinkstock
Gangguan pada keseimbangan hormon bisa memicu kerontokan rambut kemaluan. Ambil contoh penyakit Addison yang menyerang kelenjar adrenal, dan menghambat produksi sejumlah hormon. Penyakit ini berada di balik rontoknya rambut di ketiak serta rambut kemaluan.

Contoh lain adalah angogenetic alopecia atau kebotakan pada wanita, akibat kadar hormon bernama dihydrotestosterone (DHT) berlebih dalam tubuh. Kondisi ini memicu penyusutan folikel rambut, sehingga menyebabkan seluruh rambut di tubuh rontok, termasuk rambut kemaluan.

2. Alopecia areata

Foto: Thinkstock
Ini adalah penyakit autoimun di mana folikel-folikel rambut diserang oleh sel-sel darah putihnya sendiri, lalu menyebabkan rambut menjadi rontok. Penyakit ini diyakini bersifat genetik, namun dapat dipicu oleh lingkungan. Kerontokannya terjadi pada rambut di kepala maupun rambut di sekujur tubuh, termasuk rambut kemaluan.

3. Telogen effluvian

Foto: (Thinkstock)
Kejadian yang mampu memicu stres atau trauma seperti persalinan, operasi besar atau infeksi yang sangat buruk dapat mengakibatkan terhentinya proses pertumbuhan rambut hingga 90 persen. Pada saat ini terjadi, 6-12 pekan pasca kejadian tersebut, kerontokan rambut ekstrem bisa berlangsung, tak terkecuali pada rambut kemaluan.

4. Penuaan

Foto: ilustrasi/thinkstock
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan fisik yang signifikan. Untuk itu pada wanita yang sedang menempuh masa menopause, kerontokan rambut kemaluan menjadi sesuatu yang lumrah terjadi.

5. Obat-obatan

Foto: thinkstock
Ada banyak obat yang bisa memicu kerontokan, baik pada rambut kepala maupun kemaluan. Semisal obat psikotropik untuk pasien depresi atau gangguan bipolar di mana kerontokan rambut kemaluan adalah efek sampingnya.

Begitu juga dengan obat kemoterapi yang memang telah lama dikenal memiliki efek samping merontokkan rambut. Bagi sebagian pasien, dampaknya juga bisa dialami rambut kemaluan.

Akan tetapi sebenarnya pada beberapa kondisi, kerontokan rambut kemaluan yang dialami hanyalah bersifat sementara. Misalkan pada pasien alopecia areata, rambut yang rontok akan tumbuh lagi; atau pada pasien yang rontok karena obat kemoterapi. Ketika kemoterapinya selesai, rambut akan tumbuh dengan sendirinya.

Namun sejumlah pakar juga mengutarakan, pijatan di area di mana folikel rambut tumbuh dapat melancarkan sirkulasi darah dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan si folikel.

Baca juga: Bulu Kemaluan pun Nangkring di Dudukan Toilet

Halaman 2 dari 6
Gangguan pada keseimbangan hormon bisa memicu kerontokan rambut kemaluan. Ambil contoh penyakit Addison yang menyerang kelenjar adrenal, dan menghambat produksi sejumlah hormon. Penyakit ini berada di balik rontoknya rambut di ketiak serta rambut kemaluan.

Contoh lain adalah angogenetic alopecia atau kebotakan pada wanita, akibat kadar hormon bernama dihydrotestosterone (DHT) berlebih dalam tubuh. Kondisi ini memicu penyusutan folikel rambut, sehingga menyebabkan seluruh rambut di tubuh rontok, termasuk rambut kemaluan.

Ini adalah penyakit autoimun di mana folikel-folikel rambut diserang oleh sel-sel darah putihnya sendiri, lalu menyebabkan rambut menjadi rontok. Penyakit ini diyakini bersifat genetik, namun dapat dipicu oleh lingkungan. Kerontokannya terjadi pada rambut di kepala maupun rambut di sekujur tubuh, termasuk rambut kemaluan.

Kejadian yang mampu memicu stres atau trauma seperti persalinan, operasi besar atau infeksi yang sangat buruk dapat mengakibatkan terhentinya proses pertumbuhan rambut hingga 90 persen. Pada saat ini terjadi, 6-12 pekan pasca kejadian tersebut, kerontokan rambut ekstrem bisa berlangsung, tak terkecuali pada rambut kemaluan.

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan fisik yang signifikan. Untuk itu pada wanita yang sedang menempuh masa menopause, kerontokan rambut kemaluan menjadi sesuatu yang lumrah terjadi.

Ada banyak obat yang bisa memicu kerontokan, baik pada rambut kepala maupun kemaluan. Semisal obat psikotropik untuk pasien depresi atau gangguan bipolar di mana kerontokan rambut kemaluan adalah efek sampingnya.

Begitu juga dengan obat kemoterapi yang memang telah lama dikenal memiliki efek samping merontokkan rambut. Bagi sebagian pasien, dampaknya juga bisa dialami rambut kemaluan.

Akan tetapi sebenarnya pada beberapa kondisi, kerontokan rambut kemaluan yang dialami hanyalah bersifat sementara. Misalkan pada pasien alopecia areata, rambut yang rontok akan tumbuh lagi; atau pada pasien yang rontok karena obat kemoterapi. Ketika kemoterapinya selesai, rambut akan tumbuh dengan sendirinya.

Namun sejumlah pakar juga mengutarakan, pijatan di area di mana folikel rambut tumbuh dapat melancarkan sirkulasi darah dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan si folikel.

Baca juga: Bulu Kemaluan pun Nangkring di Dudukan Toilet

(lll/vit)

Berita Terkait