Perhatikan, Ini 4 Tanda Awal Prediabetes yang Harus Diwaspadai

Perhatikan, Ini 4 Tanda Awal Prediabetes yang Harus Diwaspadai

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 11 Mei 2017 14:04 WIB
Perhatikan, Ini 4 Tanda Awal Prediabetes yang Harus Diwaspadai
Foto: Thinkstock
Jakarta - Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula cukup tinggi secara konsisten namun belum sampai pada tahap diabetes. Pada wanita, kondisi ini seringkali ditunjukkan dengan tanda khas.

Menurut Loren Wissner Greene, MD, dari NYU Langone Medical Center, cara paling tepat untuk mengetahui kondisi diabetes sebenarnya adalah melalui tes darah. Namun ada pula indikator lainnya yang juga perlu diketahui. Seperti dirangkum dari Prevention, berikut 4 tanda prediabetes yang harus diwaspadai:

Baca juga: Kandungan Gula Alami Pada Buah Juga Bisa Picu Diabetes dan Bikin Gemuk?

1. Bercak kemerahan pada kulit

Foto: ilustrasi/thinkstock
Ketika Anda prediabetes, Greene menuturkan ada kemungkinan muncul bercak-bercak kemerahan atau kecokelatan pada kulit, yang disebut sebagai nekrobiosis lipodika.

Pakar dermatologi Joel Schlessinger, MD menuturkan, dalam kondisi ini kulit Anda mungkin tampak bersisik dan berkilau, terasa gatal, dan kadang sampai terlihat pembuluh darah. Perhatikan juga jika muncul bercak-bercak gelap pada kulit. Kondisi ini juga bisa menunjukkan bahwa Anda memiliki terlalu banyak insulin dalam darah.

2. Rambut rontok

Foto: ilustrasi/thinkstock
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan rambut rontok, termasuk konsumsi obat-obatan, faktor genetika, dan stres, namun Schlessinger mengatakan bahwa rambut rontok juga bisa muncul akibat resistensi insulin, yang merupakan ciri khas pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Resistensi insulin pada dasarnya berarti Anda mengalami masalah pada proses penggunaan insulin dalam tubuh. Pada proses ini, insulin tidak bisa efektif 'memindahkan' gula dari darah ke sel Anda, sehingga kadar gula dalam darah pun menjadi tinggi.

3. Mudah lelah

Foto: thinkstock
Meski lelah terasa wajar, namun jika sepanjang hari Anda terus-terusan lelah sampai tak sanggup beraktivitas, maka Anda perlu memerhatikannya. Salah satu pemicunya bisa jadi akibat resistensi insulin. Dalam kondisi ini, gula yang tetap berada di aliran darah membuatnya tak masuk ke dalam sel di mana ia akan digunakan sebagai energi.

4. Nyeri sendi

Foto: thinkstock
Saat asam urat terbentuk di tubuh dan membentuk kristal di sendi, tendon, dan tulang, maka ini juga bisa menjadi tanda prediabetes. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang-orang dengan nyeri sendi lebih berisiko mengembangkan diabetes.

Baca juga: Awas, Berat Badan Ideal Saja Tak Menjamin Hidup Sehat
Halaman 2 dari 5
Ketika Anda prediabetes, Greene menuturkan ada kemungkinan muncul bercak-bercak kemerahan atau kecokelatan pada kulit, yang disebut sebagai nekrobiosis lipodika.

Pakar dermatologi Joel Schlessinger, MD menuturkan, dalam kondisi ini kulit Anda mungkin tampak bersisik dan berkilau, terasa gatal, dan kadang sampai terlihat pembuluh darah. Perhatikan juga jika muncul bercak-bercak gelap pada kulit. Kondisi ini juga bisa menunjukkan bahwa Anda memiliki terlalu banyak insulin dalam darah.

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan rambut rontok, termasuk konsumsi obat-obatan, faktor genetika, dan stres, namun Schlessinger mengatakan bahwa rambut rontok juga bisa muncul akibat resistensi insulin, yang merupakan ciri khas pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Resistensi insulin pada dasarnya berarti Anda mengalami masalah pada proses penggunaan insulin dalam tubuh. Pada proses ini, insulin tidak bisa efektif 'memindahkan' gula dari darah ke sel Anda, sehingga kadar gula dalam darah pun menjadi tinggi.

Meski lelah terasa wajar, namun jika sepanjang hari Anda terus-terusan lelah sampai tak sanggup beraktivitas, maka Anda perlu memerhatikannya. Salah satu pemicunya bisa jadi akibat resistensi insulin. Dalam kondisi ini, gula yang tetap berada di aliran darah membuatnya tak masuk ke dalam sel di mana ia akan digunakan sebagai energi.

Saat asam urat terbentuk di tubuh dan membentuk kristal di sendi, tendon, dan tulang, maka ini juga bisa menjadi tanda prediabetes. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang-orang dengan nyeri sendi lebih berisiko mengembangkan diabetes.

Baca juga: Awas, Berat Badan Ideal Saja Tak Menjamin Hidup Sehat

(ajg/vit)

Berita Terkait