detikhealth

Dapat 'Serangan Fajar' Ransomware, RS Dharmais Amankan Data

Nurvita Indarini - detikHealth
Sabtu, 13/05/2017 17:09 WIB
Dapat Serangan Fajar Ransomware, RS Dharmais Amankan DataFoto: RS Dharmais diserang ransomware/@ilhamnegara
Jakarta, Sabtu (13/5/2017) pagi diketahui sistem data Rumah Sakit Kanker Dharmais disusupi virus yang tidak biasa. Hal itu, menurut Direktur Umum dan Operasional, drg Triputro Nugroho, MKes, membuat internal data rumah sakit terganggu. Sejumlah langkah dilakukan untuk mengatasi 'serangan fajar' yang merepotkan itu.

"Data pasien dan sebagainya masih bisa kita kuasai. Tapi agar tidak merusak yang lain-lain semua sistem kita matikan. Sekarang kegiatan kita lakukan manual sembari melakukan back up data. Beberapa pelayanan seperti UGD, pendaftaran dan kasir kita instal ulang agar tidak manual lagi," tutur dr Tri.

Dia berharap pada Sabtu dan Minggu ini, entri data dan lainnya sudah bisa dinormalkan kembali. Sehingga pada hari Senin yang biasanya jumlah pasien lebih banyak tidak terjadi keriuhan.

"Kami upayakan normal kembali. Tapi mungkin jika belum maksimal, mungkin pelayanan akan sedikit terganggu. Untuk itu kami mohon maaf dan mohon maklum dengan kondisi ini," sambung dr Tri.

Baca juga: Sadis Banget, Rumah Sakit Ikut Diserang Teroris Siber

Kata dia, ini pertama kalinya serangan virus yang membuat pelayanan jadi cukup terganggu. Biasanya, imbuhnya, yang beberapa kali dialami hanyalah gangguan-gangguan kecil yang tidak butuh waktu lama untuk memperbaikinya.

"Kalau virus yang biasanya nggak masalah. Yang kali ini memang cukup berat dan mengagetkan. Kami kena serangan fajar, jadinya pelayanan terganggu. Semoga bisa segera kembali seperti semula pelayanannya. Semoga RS lain nggak ada yang mengalaminya, meski tetap harus tetap waspada," sambung dr Tri.

Apakah RS Kanker Dharmais harus membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu terkait gangguan ini? "Memang ada tulisan kita diminta bayar ya. Tapi tidak kita tanggapi. Kita sudah konfirmasi dan koordinasi dengan Kemenkes, Kominfo, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), jadi kita tangani secara teknis. Ada beberapa antisipasi dari (bagian) program (sistem informasi) sebagai proteksi juga," terang dr Tri.

dr Tri menyayangkan adanya serangan semacam itu ke rumah sakit. Sebab rumah sakit merupakan tempat layanan orang sakit yang butuh untuk segera sembuh. Bayangkan para pasien yang sedang sakit harus menunggu lebih lama dan tidak mendapat layanan maksimal hanya karena ulah orang tidak bertanggung jawab.

Saksikan video 20detik tentang teroris siber di sini:




Seperti dikutip dari detikInet, teknik bernama ransomware merupakan jenis virus malware (malicious software) yang berkembang paling cepat. Data dalam komputer di ribuan lokasi yang terkena ransomware, terkunci oleh program yang meminta pemilik untuk membayar USD 300 dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin, jika 'kunci' itu ingin dibuka.

Ransomware itu tidak terdeteksi antivirus dan bisa menginfeksi tanpa bisa dicegah, sehingga membuat seluruh dunia kalang kabut. Apalagi yang menggunakan sistem operasi Windows tanpa update patch untuk menambal celah keamanannya.(vit/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit