detikhealth

Efek Buruk Asap Rokok dan Asap Kendaraan Bermotor di Jalanan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 17/05/2017 07:06 WIB
Efek Buruk Asap Rokok dan Asap Kendaraan Bermotor di JalananFoto: thinkstock
Jakarta, Cerita Rendhy Maulana yang mengalami iritasi mata akibat bara api rokok saat mengendarai motor meningkatkan kewaspadaan soal merokok di jalanan. Merokok di jalan jelas-jelas merugikan banyak pihak, bahkan termasuk di perokok sendiri.

Penelitian sudah membuktikan bahwa asap rokok dan asap polusi kendaraan bermotor merupakan faktor risiko munculnya kanker paru, penyakit pembunuh pria nomor satu di Indonesia. Karena itu jika merokok sembari berkendara di jalanan yang penuh polusi, risikonya sudah bisa dipastikan meningkat,

Asap rokok mengandung zat-zat polusi yang bersifat karsinogenik. Saat menghembuskan asap rokok ke udara, maka kita juga melepaskan zat karbonmonoksida dan karbondioksida.

Baca juga: Merokok Saat Berkendara Bisa Usir Kantuk, Tapi Catat Risiko Ini

"Itu kan polusi juga. Jangan lupa kanker paru merupakan kanker pembunuh pria nomor satu di Indonesia, sementara untuk wanita dia nomor lima," terang dokter spesialis paru RS Mitra Keluarga Bekasi, dr Anthony D. Tulak, SpP, FCCP.

Di sisi lain, ukuran partikelnya yang kecil membuat asap rokok dan asap polusi kendaraan rentan masuk ke dalam tubuh. Partikulat yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer disebut sebagai partikel halus dan memiliki risiko kesehatan terbesar. Karena ukurannya yang hanya 1 per 30 dari ukuran rata-rata rambut manusia, partikel halus ini bisa masuk jauh ke dalam paru-paru.

Partikulat ini juga dikaitkan sebagai penyebab dari serangan jantung, stroke dan penuaan pada kulit. Sementara partikulat dengan ukuran 10 mikrometer biasanya tersangkut di hidung dan menyebabkan bersin, batuk hingga infeksi saluran napas akut (ISPA).

Bahaya paling nyata bagi kesehatan dimiliki oleh partikulat yang berukuran kurang dari 0,1 mikrometer. Partikulat ini sangat kecil, lebih kecil dari debu, dan bisa masuk ke cabang-cabang terkecil paru-paru, tempat terjadinya pertukaran gas pada pernapasan.

Sayangnya, masih banyak pengendara motor dan mobil di Indonesia yang berkendara sembari merokok dengan alasan untuk mengurangi kantuk. Terkait hal ini, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT dari RS Medistra punya jawabannya.

"Kalau tahu bakal mengantuk, mending nggak usah berkendara, naik kendaraan umum saja. Kalau diteruskan ini tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain kan," ungkapnya saat dihubungi terpisah.

Baca juga: Berbagai Alasan Orang Merokok Saat Berkendara

(mrs/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit