Diklaim Bisa Sembuh dengan Kolang-kaling, Apa Itu 'Saraf Terjepit'?

Diklaim Bisa Sembuh dengan Kolang-kaling, Apa Itu 'Saraf Terjepit'?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 23 Mei 2017 12:35 WIB
Diklaim Bisa Sembuh dengan Kolang-kaling, Apa Itu Saraf Terjepit?
Foto: iStock
Jakarta - Beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa kolang-kaling dapat menyembuhkan penyakit 'saraf terjepit'. Meski info kolang-kaling bisa mengatasi saraf terjepit hanya hoax, namun Anda perlu tahu fakta tentang kondisi saraf terjepit tersebut.

Disampaikan oleh dr Andri Primadhi, SpOT, bahwa saraf terjepit dalam dunia medis dikenal sebagai HNP alias Herniated Nucleus Pulposus. Ini merupakan kondisi di mana terjadi penonjolan materi nucleus pulposus (bagian dari diskus atau bantalan antar ruas-ruas tulang belakang) ke jaringan sekitarnya.

"Ini terjadi akibat adanya semacam robekan. Rasa nyeri dapat diakibatkan oleh robekan tersebut, juga karena adanya struktur saraf yang terjepit oleh penonjolan tersebut," tutur dokter Divisi Foot and Ankle Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tersebut kepada detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya, rasa nyeri merupakan salah satu gejala dari HNP yang sering dikeluhkan oleh pasien, bergantung pada di mana lokasi terjadinya penonjolan tersebut. Bila HNP terjadi di punggung bagian bawah, maka rasa nyeri biasanya akan muncul di bagian bokong, paha, betis serta kaki.

Baca juga: Benarkah Makan Kolang-kaling Saja Bisa Atasi Saraf Terjepit?

Namun jika HNP terjadi pada bagian tulang belakang dekat leher, nyeri biasanya akan paling terasa di bagian bahu dan lengan. Rasa nyeri juga sering dikeluhkan semakin terasa apabila pasien batuk atau bersin.

Gejala lainnya yakni kesemutan dan lemah di bagian tubuh tertentu. Sama seperti nyeri, kedua gejala ini juga dipengaruhi oleh bagian tubuh mana yang mengalami HNP.

Sementara itu, dr Muki Partono, SpOT, dari RS Pondok Indah (RSPI) menuturkan ciri khas lain dari HNP adalah nyeri pinggang yang menetap dan merambat hingga ke kaki. Semakin bantalan tulang punggung rusak menekan saraf, maka gejalanya akan semakin berkembang menyebabkan keluhan motorik dan sensorik.

"Hati-hati itu pasien saya ada yang ngeluh tadinya sakit pinggang tapi terus enggak ada lagi. Ternyata bukan hilang tapi karena sudah baal makanya enggak kerasa dan sudah mulai ada pelemahan otot," kata dr Muki beberapa waktu lalu.

"Kalau rasa nyerinya didahului dengan suatu aktivitas misal kalau duduk lebih nyeri dibanding berdiri, atau bungkuk lebih nyeri karena tegak, apalagi kalau batuk terus kerasa sakit nah itu bisa jadi sudah melibatkan saraf," lanjutnya.

Baca juga: Olahraga untuk Pasien Saraf Terjepit

(ajg/vit)

Berita Terkait