"Yang paling sering adalah ketika kekurangan serat maupun cairan," ucap dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH dari RS Mayapada Tangerang dalam Live Chat 'Pencernaan Tetap Sehat Saat Puasa' yang digelar detikHealth dan detikForum, Selasa (30/5/2017).
dr Hendra, demikian ia disapa, menuturkan, orang-orang yang sedang menunaikan ibadah puasa tentu akan mengalami kekurangan cairan. Jika saat tidak puasa bisa minum berkali-kali, saat puasa harus menahan diri untuk tidak minum selama kurang lebih dari 12 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurangnya asupan cairan ini mengakibatkan konsistensi feses menjadi tak seperti biasanya, yakni lebih keras dan padat. Konsistensi atau bentuk feses yang seperti itulah yang nantinya membuat kesulitan bahkan kesakitan saat buang air besar.
"Jadi kalau kita kurang minum otomatis feses yang kita keluarkan jadi keras," terang dokter berkacamata ini.
Agar BAB lancar, imbuh dr Hendra, yang perlu dikoreksi adalah pada saat sahur dan berbuka puasa. Pastikan minum banyak cairan untuk merehidrasi kekurangan cairan pada saat 12 jam tidak minum, di samping itu perhatikan juga serat makanan.
Baca juga: Kopi Diperbolehkan untuk Berbuka Puasa Namun Perhatikan Hal-hal Ini
(hrn/up)











































