detikhealth

Kerap Ejakulasi Dini? Ini Saatnya Anda Cek Lingkar Perut

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 31/05/2017 19:05 WIB
Kerap Ejakulasi Dini? Ini Saatnya Anda Cek Lingkar PerutFoto: thinkstock
Jakarta, Tidak hanya satu-dua pria yang pernah bertanya-tanya mengapa mereka sulit untuk mempertahankan ereksi saat bercinta. Alasannya sebenarnya sederhana saja.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Impotence mengungkap penyebabnya bisa jadi ada pada perut Anda.

Dari studi yang dilakukan terhadap 100 pria, peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 100 cm berpeluang tiga kali lebih besar untuk mengalami ejakulasi dini dibanding yang lingkar pinggangnya tidak begitu lebar.

Di sisi lain, peneliti juga menemukan bahwa 51 persen pria yang mengalami ejakulasi dini juga memiliki tiga dari lima kriteria sindrom metabolik, di antaranya tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, lingkar pinggang di atas 100 cm, kolesterol jahat (LDL) tinggi dan kadar lemak dalam darah atau trigliserida tinggi.

Sebagai perbandingan, hanya 1 dari 4 pria yang tidak mengalami ejakulasi dini yang juga memiliki kriteria sindrom metabolik. Demikian seperti dilaporkan Men's Health.

Peneliti menambahkan, rata-rata kecepatan ejakulasi pria dengan ejakulasi dini sekaligus mengalami sindrom metabolik mencapai 1 menit 49 detik. Sedangkan pria dengan ejakulasi dini tetapi tidak mengalami sindrom metabolik masih lebih lama, yaitu 3 menit 43 detik.

Baca juga: Ssstt.. Kejantanan Pria Bisa Diintip dari 7 Bagian Tubuh Ini!

Ada beberapa alasan mengapa sindrom metabolik memperburuk ejakulasi dini. Misalnya pada mereka yang memiliki gula darah tinggi, ini dapat mengakibatkan gangguan pada saraf dan produksi nitrit oksida, yang sama-sama berdampak pada pengurangan waktu ejakulasi.

Kemudian tekanan darah tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatetik agar bekerja secara berlebihan. Menurut peneliti, ini juga bisa memicu ejakulasi dini karena seakan-akan digenjot untuk bekerja lebih cepat.

Selain itu, pada mereka yang mengalami obesitas, utamanya karena penumpukan lemak di perut, terjadi perubahan testosterone menjadi hormon estradiol yang identik dengan hormon feminin, sehingga libido menurun, ditambah lagi cemas jika performa seksnya kurang memadai.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Ejakulasi Prematur

Ejakulasi dini biasanya dialami pasangan muda atau yang baru menikah. Bila ini terjadi, pakar kesehatan seksual dari Universitas Tarumanegara, dr Andri Wanananda, MS meminta agar pasangan meningkatkan kebugaran fisik dan psikis untuk mempertahankan performa seks.

"Caranya lakukan exercise secara reguler, 4-5 kali seminggu selama 45 menit, misalnya renang, jogging, bersepeda, dsb, didukung oleh asupan gizi yang seimbang," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Sedangkan bagi mereka yang bermasalah dengan ejakulasi dini karena gangguan kesehatan, maka baiknya pemicunya ditangani terlebih dahulu. Misalnya pada pria berusia di atas 'kepala lima'.

Menurut dr Andri, ejakulasi dini pada pria paruh baya seperti ini disebabkan oleh penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, hipertensi atau kadar lemak tinggi dalam darah (dysplipidemia). Penyakit-penyakit ini bisa memicu persarafan 'corpus cavenorsum' (jaringan dalam batang penis) menjadi lebih peka hingga fungsi pengendalian untuk menahan ejakulasi menjadi terganggu.

"Dianjurkan dengan bimbingan dokter keluarga Anda, lakukan general check up untuk memastikan penyebab dan solusinya," pesannya.

(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit