detikhealth

Bukan Keracunan! Ini Efek Makan Mi dan Cokelat Berbarengan

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 07/06/2017 17:34 WIB
Bukan Keracunan! Ini Efek Makan Mi dan Cokelat BerbarenganFoto: Thinkstock
Jakarta, Disebutkan dalam info yang beredar di media sosial bahwa makan cokelat setelah makan mi bisa bikin keracunan, bahkan sampai meninggal mendadak. Faktanya, bukan itu efeknya terhadap tubuh.

Menurut nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, tidak benar jika disebutkan makan cokelat setelah makan mi bisa memicu keracunan dan meninggal mendadak. Menurutnya, efek samping yang timbul justru lebih ke arah obesitas. Sebab baik mi maupun cokelat diketahui memiliki kalori yang cukup tinggi.

"Hoax ya (keracunan -red), efeknya yang ada malah bikin gemuk," tutur Victoria kepada detikHealth.

Sebelumnya nutrisionis dari Lagizi, Jansen Ongko, MSC, RD juga pernah menuturkan hal serupa. Walaupun di dalam mi instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada di dalamnya sangat sedikit.

Baca juga: 5 Risiko Penyakit Akibat Berlebihan Makan Mi Instan

"Mi instan juga dapat memicu obesitas karena kandungan kalorinya cukup tinggi dan sering dikonsumsi lebih dari satu bungkus dan dicampur bahan makanan lain seperti kornet," tuturnya kepada detikHealth.

Namun demikian, bukan berarti mi saja adalah pemicu obesitas. Kondisi obesitas disebutkan Jansen merupakan hasil akumulasi dan terjadi apabila Anda seringkali makan melebihi asupan kalori harian. Satu takaran saji mi instan sendiri dapat menyumbang energi sebesar 400 kkal atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi harian.

Sementara itu, cokelat dengan jenis tertentu juga diketahui memiliki kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi. Sehingga apabila keduanya dimakan dalam waktu berdekatan, apalagi dengan porsi yang tak dibatasi, maka kenaikan berat badan dan risiko penyakit lainnya bisa menghantui.

Baca juga: Asupan yang Dianjurkan Jika Ingin Olahraga Saat Puasa


(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit