detikhealth

Tren Foto Pejabat Tidur Jadi Viral, Pekerja Keras atau Hipersomnia?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 14/06/2017 03:18 WIB
Tren Foto Pejabat Tidur Jadi Viral, Pekerja Keras atau Hipersomnia?Foto Mensos Khofifah Indar Parawansa Tidur di Bandara (Foto: Instagram)
Jakarta, Sama seperti manusia pada umumnya, para pejabat juga butuh istirahat. Kelelahan yang teramat sangat, kadang memaksa mereka tidur di sembarang tempat.

Seperti yang dialami Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini. Sebuah foto menunjukkan dirinya tertidur pulas di Bandara Juanda, Surabaya. Fotonya saat terlelap di sofa dengan hanya berselimut kain, menjadi viral di internet. Saat itu, Khofifah sedang menunggu pesawat.

"Aku tak turu yaa ojo difoto (aku tidur dulu ya, jangan difoto). Saya udah bilang ke asisten, karena saya memang udah tiga hari tidurnya itu sejam terus," terang Khofifah terkait foto tersebut, seperti dilansir detiknews.

Baca juga: Fotonya Tidur di Bandara Jadi Viral, Ini Penjelasan Mensos Khofifah

Tentunya ini bukan kali pertama foto pejabat menjadi viral karena tidur di sembarang tempat. Belum lama ini pula, beredar foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidur di sofa bandara John F Kennedy, Amerika Serikat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga pernah viral karena fotonya saat tidur di bandara Brasil usai mendampingi kontinen Indonesia di Olimpiade Rio 2016. Ignatius Jonan, semasa jadi Dirut PT KAI juga pernah tidur di gerbong kereta, lalu fotonya menghebohkan pemberitaan.

Fenomena para pejabat yang tidur di tempat umum terangkum dalam video ini:


Baca juga
: 'Tren' Pejabat Negara Tidur di Tempat Umum dan Jadi Viral

Di mata orang awam, foto-foto semacam ini mungkin sangat manusiawi dan bahkan mengesankan sosok pekerja keras. Namun bagi seorang praktisi kesehatan tidur, fenomena viralnya foto pejabat tidur di tempat umum punya makna lain.

"Tak ada hubungan antara tidur dan pekerja keras atau malas," tegas dr Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, kepada detikHealth.

Ignatius Jonan Saat Tidur di Gerbong KeretaIgnatius Jonan Saat Tidur di Gerbong Kereta (Foto: viral)


Sebaliknya, fenomena ini bisa menunjukkan dua hal. Pertama adalah bahwa kesehatan tidur tidak diprioritaskan. Idealnya, orang dewasa butuh waktu untuk tidur selama 7-8 jam setiap hari. Namun karena berbagai hal termasuk kesibukan, kebutuhan itu kerap tidak terpenuhi.

"Setiap hari, paling cepat itu dia itu pulang jam 11 malam. Itu juga masih sering menerima tamu sampai larut malam," ungkap Miftakhul Ulum, asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sebuah wawancara dengan detikcom.

Kedua, fenomena ini bisa juga menunjukkan kemungkinan adanya penyakit tidur yang menyebabkan hipersomnia atau kantuk berlebih. Penyakit-penyakit tidur seperti narkolepsi atau serangan tidur mendadak, juga obstuctive sleep apnea atau henti napas saat tidur, kerap tidak terdeteksi dan membuat pengidapnya mudah sekali terserang rasa kantuk yang berlebihan.

Baca juga: Derita Insomnia: Tidur Kemalaman, Bangun Kepagian, di Kantor Ketiduran

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit