detikhealth

Anak Oki Setiana Dewi Kena Campak, Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksinasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 14/06/2017 09:35 WIB
Anak Oki Setiana Dewi Kena Campak, Dokter Ingatkan Pentingnya VaksinasiAgar terhindari dari campak seperti yang menyerang anak Oki Setiana Dewi, dokter menyarankan vaksinasi. (Foto: GUSMUN)
Jakarta, Artis Oki Setiana Dewi dikabarkan sedang khawatir terhadap kondisi dua putrinya Maryam Nusaibah Abdullah dan Khadeejah Faatimah Abdullah yang kini sedang dirawat di rumah sakit karena terserang penyakit campak. Menurut pengakuan Oki sakit campak yang diderita buah hatinya itu bisa dibilang cukup berat.

Campak sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sebetulnya bisa dicegah dengan vaksinasi. Lewat vaksinasi kasus campak ini bisa ditekan namun dalam beberapa tahun terakhir dunia mulai melihat kembali kenaikkan kasus karena maraknya gerakan atau pemahaman anti vaksin.

Terkait hal tersebut pendiri Rumah Vaksinasi dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan dalam status media sosial Facebook bahwa ia sudah pernah menyarankan Oki untuk memvaksin anak. Namun demikian tampaknya Oki tidak mengindahkan saran tersebut.

Baca juga: Anak Pertama Kali Kena Campak, Oki Setiana Dewi dan Suami Menangis

"Dulu sudah saya ingatkan mbak Oki ini untuk imunisasi anaknya... Tapi ternyata malah jadi antivaks... Semoga setelah ini jadi berubah ya," tulis dr Piprim di halaman Facebooknya yang kemudian menjadi viral.

Mereka yang menolak vaksin atau anti vaksin di Indonesia sebagian besar khawatir terhadap kandungan di dalamnya. Beberapa orang tua percaya bahwa vaksin menggunakan babi yang diharamkan dalam ajaran islam, mengandung bahan berbahaya, hingga dipercaya propaganda dari yahudi.

Menanggapi hal tersebut berkali-kali para ahli kesehatan membantahnya dan memberikan jaminan bahwa vaksin aman digunakan. Vaksin wajib yang dipakai dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) misalnya sudah melalui beragam uji klinis sehingga terbukti khasiatnya.

Mantan Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K), pernah mengatakan pada masyarakat Indonesia kadang tidak cukup penjelasan dari tenaga kesehatan saja. Pemuka agama perlu dilibatkan sehingga masyarakat lebih mudah menerima.

"Yang seperti ini nggak bisa didekati hanya oleh tenaga kesehatan. Kadang pemuka agama juga perlu turun tangan," kata Prof Sri beberapa waktu lalu.

Sementara itu di beberapa negara pendekatan lebih agresif dilakukan terkait gerakan anti vaksin ini. Bagi orang tua yang menolak vaksin maka sanksi bisa diberikan mulai dari anak dilarang bersekolah, denda, hingga hukuman penjara.

Baca juga: Gerakan Anti Vaksin Bayi Menguat, Ada Apa Ini?(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close