detikhealth

Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 16/06/2017 14:42 WIB
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop NgebulAda banyak alasan yang bisa membantu Anda untuk mendorong orang terkasih berhenti dari kebiasaan merokoknya. (Foto: dok detikOto)
Jakarta, Perokok sebenarnya tahu apa dampak yang dirasakan dari kebiasaannya itu terhadap kesehatannya, maupun orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama keluarganya. Tetapi biasanya mereka enggan disinggung tentang hal itu.

Namun bukan berarti kesempatan Anda untuk mendorong pasangan atau anggota keluarga agar berhenti merokok pupus sudah.

Berikut beberapa alasan yang bisa dipakai untuk menggugah orang-orang terkasih Anda agar berhenti dari kebiasaan merokoknya, seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (15/6/2017).

Baca juga: Demi Kesehatan, Alasan Artis-artis Ini Berhenti Merokok

1. Jika Anda merokok, anak juga ikut merokok
Anak perokok memang cenderung ikut meniru kebiasaan itu, bahkan ketika Anda berhenti merokok sebelum mereka lahir. Sebuah studi yang dipublikasi jurnal Pediatrics, 23-29 persen anak perokok atau mantan perokok berpeluang besar untuk mengikuti kebiasaan itu, sedangkan pada anak bukan perokok hanya 8 persen yang melakukannya.

"Kami tak tahu mengapa, tapi dugaan saya karena kecenderungan genetik terhadap kebiasaan itu, entah perilakunya, entah terhadap nikotinnya itu sendiri," jelas pakar John Spangler, MD kepada MedPage.
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'Kebiasaan merokok bisa 'menurun' atau ditiru oleh anak. (Foto: Rangga Rahardiansyah)

2. Mengonsumsi nikotin lebih banyak dari perkiraan
Sebuah riset yang pernah dilakukan Harvard School of Public Health menyebut kadar nikotin pada rokok naik sebanyak 11 persen antara tahun 1997-2005. Bahkan pada rokok yang dilabeli 'light' sekalipun.

Sebab perokok yang mengonsumsi rokok 'light atau mild' justru menghisap lebih banyak rokok sehingga paru-paru mereka terisi lebih banyak racun yang terkandung dari rokok.
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'Tanpa disadari, rokok 'mild' sekalipun bisa menumpuk banyak racun rokok di dalam tubuh. (Foto: thinkstock)

3. Melemahkan tubuh
Konsumsi rokok mengakibatkan pengurangan sirkulasi darah ke jantung dan organ-organ tubuh lainnya. Selain itu merokok terbukti melemahkan otot.

"Sebab merokok menempatkan karbon monoksida dalam sistem tubuh Anda, yang kemudian mencegah otot-otot tubuh Anda untuk mendapatkan sebanyak mungkin oksigen untuk pembentukan energi," terang Scott Swartzwelder, PhD dari Duke University kepada Men's Health.

Padahal makin sedikit oksigen yang bisa diperoleh otot tubuh, makin rendah efisiensi kerjanya sehingga membatasi kapasitas otot untuk bekerja.

Baca juga: Berbagai Metode Berhenti Merokok yang Dipakai Kaum Selebriti
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'Racun rokok yang masuk ke tubuh menyebabkan otot melemah. (Foto: Getty Images)

4. Menurunkan daya tahan tubuh
Sebuah laporan dari Surgeon General, AS menyebut bahan-bahan kimiawi dalam rokok menyebabkan peradangan dan kerusakan sel, yang kemudian melemahkan sistem kekebalan.

"Tubuh memproduksi sel-sel darah putih untuk merespons adanya cedera, infeksi dan kanker. Tetapi jika terus merokok, jumlah sel darah putih ini akan bertambah, sehingga tubuh selalu berada dalam keadaan 'on' karena melawan kerusakan yang disebabkan oleh rokok dan memicu munculnya penyakit di bagian tubuh lainnya," ungkap laporan tersebut.

Ini juga merupakan alasan lain mengapa perokok mudah jatuh sakit hanya karena serangan atau infeksi bakteri sederhana semacam Haemophilus influenzae.
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'Perokok lebih mudah jatuh sakit ketimbang yang tidak merokok. (Foto: Getty Images)

5. Meninggalkan 'jejak-jejak' penyakit yang tak mudah hilang
Inilah yang disebut thirdhand smoke, di mana racun dari rokok menempel atau tertinggal di permukaan benda yang berada dekat dengan perokok saat menghisap tembakaunya.

"Ini meninggalkan residu yang bisa menumpuk dari waktu-waktu dan tak bisa dibersihkan dengan cara biasa, seperti membuka jendela, memakai kipas angin atau AC maupun menyediakan ruang tersendiri untuk perokok di rumah," ungkap Lowell Dale, MD, ahli penyakit dalam dari Mayo Clinic.

Ironisnya, dari penelitian terungkap salah satu bahan kimia bernama nitrosamines yang terkandung dalam thirdhand smoke sangat berpotensi menjadi karsinogen atau merusak DNA. "Apalagi kalau sampai ada anak-anak, bahayanya bisa benar-benar serius," tandas Lara Gundel, peneliti dari laboratorium Lawrence Berkeley National.
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'Asap rokok yang tertinggal dan menempel di permukaan benda juga berpotensi menyebarkan racun dari rokok. (Foto: M Reza Sulaiman/detikHealth)

6. Berkontribusi terhadap penurunan kesehatan global
Di AS, peredaran iklan rokok berikut produknya memang sudah dibatasi. Namun lain halnya dengan di negara-negara lain di mana produk rokok dari AS dipasarkan. The Telegraph pernah menulis bahwa penjualan rokok skala global meningkat tajam sehingga produsen rokok AS meraup laba lebih banyak di luar negeri ketimbang di AS sendiri.

Ditambah lagi, WHO menyebut hampir 80 persen perokok dunia berada di negara berkembang dan miskin yang regulasi tentang peredaran rokoknya masih lemah. Salah satunya di Indonesia. Bayangkan betapa besar kontribusi Anda.
Ini Alasannya Anda Harus Ajak Keluarga Stop 'Ngebul'Kesehatan global menurun akibat konsumsi rokok di negara berkembang dan miskin. (Foto: Thinkstock)

Baca juga: Selebriti Bisa Bantu Anda Setop Merokok, Begini Caranya(lll/ajg)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit