detikhealth

Pantang Menyerah! Kisah Cindy Audina Lawan Dua Kanker di Usia 9 Tahun

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 05/07/2017 08:45 WIB
Pantang Menyerah! Kisah Cindy Audina Lawan Dua Kanker di Usia 9 TahunCindy Audina Lawan Dua Kanker di Usia 9 Tahun. Foto: Ajeng Anastasia Kinanti
Jakarta, Di usia 9 tahun, Cindy Audina berjuang melawan dua jenis kanker sekaligus: leukemia dan kanker kelenjar getah bening. Kini ia sudah sembuh dan berbagi kisah perjuangannya lewat sebuah buku.

Ya, Cindy baru saja merilis buku perdananya yang berjudul 'Nama Tengahku Mukjizat'. Buku ini berisi kisah bagaimana gadis kelahiran 4 September 1996 tersebut pantang menyerah melawan kanker.

"Saya lahir sehat tanpa kekurangan apapun, tapu di tahun 2005 kondisi tubuh saya mulai menurun. Saya cek darah, sempat dikira tipus. Tapi saya kok ada keluhan sesak napas, akhirnya cek darah dan rontgen. Ditemukan paru-paru saya kok beda ukuran," ungkap Cindy saat ditemui di sela-sela peluncuran bukunya di Gedung Graha Niaga Thamrin, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Baca juga: Selesai Jalani Terapi, Bocah Pengidap Leukemia Ini Disambut Bak Superhero

Cindy yang kala itu masih berusia 9 tahun kemudian sempat dibawa ke RS Harapan Kita untuk kembali menjalani serangkaian pemeriksaan. Sampai akhirnya ditemukan dirinya mengidap dua jenis kanker sekaligus, yakni leukemia dan kanker kelenjar getah bening.

Serangkaian pengobatan seperti kemoterapi, bahkan beberapa kali terapi Bone Marrow Puncture (BMP) yang menurut Cindy menyakitkan pun dilakukannya. Cindy juga sempat mengalami koma selama beberapa hari dan tidak sadarkan diri.

"Support papa dan mama luar biasa, keluarga selalu datang jenguk. Saya merasa harus kuat, tidak boleh menyerah," imbuhnya.

Tak selalu berjalan mulus, kegagalan pengobatan juga pernah dialami Cindy. Mulai dari salah dosis obat, kejang-kejang, sampai hasil cek darah yang terus menurun, hingga dokter yang merawatnya pun sempat menyerah.

"Saya juga pernah masuk ruang isolasi, ditutup kaca begitu. Sedih, tapi saya harus jalani. Untuk buang air besar saja rasanya sakit sekali waktu itu. Mama terus berdoa di samping saya," tutur Cindy.

Setelah melewati serangkaian pengalaman tersebut, Cindy dinyatakan sembuh. Ia bisa kembali menjalani aktivitas belajarnya dan mulai bekerja. Tak sampai di situ, Cindy masih tetap ingin berjuang 'menularkan' semangat kesembuhan untuk pejuang kanker lain, terutama anak-anak.

"Lewat buku ini, saya ingin menunjukkan bahwa kita semua sama, kita bisa sembuh. Tidak ada yang perlu dibedakan dari penyintas kanker," pesan Cindy.

Baca juga: Terapi Baru untuk Leukemia, Kanker yang Menyerang Suami Ririn Ekawati(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close