detikhealth

Jari Anak dengan Asperger Ini Terjebak di Kolong Meja, Apa yang Terjadi Berikutnya?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 11/07/2017 08:10 WIB
Jari Anak dengan Asperger Ini Terjebak di Kolong Meja, Apa yang Terjadi Berikutnya?Gio berfoto bersama tim pemadam kebakaran yang menolongnya. (Foto: Facebook/Lakeland Fire Department)
Jakarta, Siang itu, Leah Aponte bermaksud menjemput putranya di sekolah. Ketika masih berada di mobil, seorang pengajar berlari mendatangi Leah dan mengabarkan sesuatu.

"Semuanya baik-baik saja, tetapi tangan Gio terjebak di meja," katanya menirukan sang guru.

Leah mengira tangan putranya hanya terjebak di dalam laci. Tetapi betapa terkejutnya ibu ini ketika melihat satu jari Gio terjebak di dalam salah satu lubang yang ada di kolong mejanya.

Secara kebetulan, Gio adalah anak dengan sindrom Asperger, sehingga ia memiliki stimulasi sensorik yang tinggi alias sangat peka. Kondisi ini juga mendasari keisengan-keisengan yang sering dilakukan bocah berusia 6 tahun itu.

Deanna Ortiz, guru Gio di Southside Learning Center mengaku awalnya mencoba memberi lotion pada jari bocah ini agar bisa terlepas dengan sendirinya.

Tetapi sampai satu jam lamanya, jari Gio tak kunjung bisa dikeluarkan. Sekolah pun terpaksa memanggil tim pemadam kebakaran untuk membantu mereka.

Baca juga: Jari Tangan Lepas Gara-gara Terlalu Semangat Tarik Tambang

Kepada tim paramedis dan pemadam kebakaran yang datang, tak lupa Leah menjelaskan jika anaknya adalah seorang pengidap sindrom Asperger, sehingga dibutuhkan cara khusus dalam menangani insiden tersebut.

Menurut Joey Delegge dari Lakeland Fire Department, ibu Gio menjelaskan bahwa putranya akan kooperatif jika mereka membiarkannya untuk ambil bagian dalam proses pengambilan keputusan.

"Ini lucu karena kami terbiasa mengambil keputusan sendiri saat dihadapkan pada situasi seperti ini, tetapi disini kami harus meminta bantuannya," tuturnya kepada ABC News.

Selama proses, tim Delegge menggunakan cermin agar Gio dapat melihat apa yang mereka lakukan dan mereka terus mengajaknya bicara. Jari bocah ini akhirnya dibungkus dengan pita agar tidak membengkak dan mereka pun dapat mengeluarkannya.

"Dia menghadapinya seperti seorang juara!" ucap Delegge.

Untuk mengembalikan keceriaannya, Gio dan sang adik diajak masuk ke dalam truk pemadam kebakaran dan memperbolehkan mereka berkeliling di dalam truk, termasuk menyalakan sirinenya.

Namun yang paling menarik adalah ketika Gio diminta sang ibu untuk berfoto bersama tim pemadam kebakaran sebagai kenang-kenangan. "Kami berfoto dan Leah berteriak agar Gio menunjukkan jarinya. Kami semua tertawa," ungkap Delegge.

Bagaimana tidak, ini karena jari Gio yang terjebak di bawah mejanya adalah jari tengah di tangan kanannya. Jari tengah Gio dikabarkan membengkak tetapi untungnya tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Terjebak 4 Menit Dalam Air Setelah Mobilnya Kecelakaan, Bayi Ini Selamat

Sindrom Asperger merupakan bagian dari gangguan spektrum autisme. Umumnya mereka sulit berkomunikasi dengan orang lain karena tidak memahami bahasa tubuh lawan bicaranya, seperti tersenyum atau sedih.

Karena pemahamannya yang terbatas, ketika diajak bicara pun mereka sering memberikan komentar secara berulang-ulang walaupun sebenarnya itu tidak relevan. Tidak heran pula jika pengidap sindrom Asperger cenderung kaku, sering memotong pembicaraan dan memandang lawan bicaranya terlalu lama.(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit