detikhealth

Inge Prasetyo, Pegiat Olahraga yang 'Akrab' dengan Kanker Payudara

Widiya Wiyanti - detikHealth
Rabu, 12/07/2017 09:23 WIB
Inge Prasetyo, Pegiat Olahraga yang Akrab dengan Kanker PayudaraInge Prasetyo, pelari yang aktif kampanye kanker payudara. (Foto: Instagram/ingeprasetyo)
Jakarta, Kanker payudara merupakan kanker penyebab kematian tertinggi setelah kanker serviks. Para wanita menyadari bahwa dirinya mengidap kanker ini ketika stadiumnya sudah cukup tinggi.

Seperti yang diungkapkan 'atlet' triathlon Inge Prasetyo, ibunya termasuk salah seorang penyintas kanker payudara yang telat terdeteksi. Kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai kanker ini pada saat itu menjadi penyebabnya.

Ibunya yang terdiagnosis kanker payudara pada tahun 1999 diakui tidak sengaja memeriksakan payudaranya pada dokter di Malaysia. "Jadi pas tahu pertama mamah saya kayak gitu ya lumayan kaget, bingung juga harus gimana, terus mikirnya sudah negatif banget," ujarnya kepada detikHealth yang ditemui usai konferensi pers Indonesia Goes Pink di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Baca juga: Kisah Ibunda Chelsea Islan Saat Berjuang Melawan Kanker Payudara

Beberapa tahun kemudian, kedua tantenya juga terdiagnosis kanker yang sama dengan stadium yang sudah cukup tinggi. Kedua tantenya yang tinggal di Yogyakarta pada saat itu hanya bisa melakukan pengobatan ke klinik atau puskesmas terdekat.

"Salah satu tante saya karena dia nggak married dan dia juga agak kesulitan keuangan, jadi dia memilih untuk nggak berobat. Jadi sampai akhirnya memang kasihan banget melihatnya," jelas Inge, yang mewakili Indonesia di ajang Ironman World Championship 2017.

"Tapi karena itu memang keputusan dia, jadi kita menghormati keputusannya untuk nggak mau berobat," imbuh Inge. Tantenya yang lain melakukan berbagai pengobatan, namun tidak berhasil karena sudah terlambat terdeteksi.

Sedangkan ibunya juga menjalani serangkaian pengobatan di Malaysia, Jakarta, dan Singapura. Mulai dari operasi pengangkatan payudara, kemoterapi bertahun-tahun, hingga radiasi berkali-kali.

"Pengobatan alternatif semua juga sudah pernah dicoba," tambahnya.

Namun pada akhirnya, ibu dari pegiat olahraga triathlon ini harus 'menyerah' karena kanker yang menggerogotinya juga memicu munculnya penyakit komplikasi yang lain.

Baca juga: Chelsea Islan Ungkap Bahagianya Punya Adik Angkat Pasien Kanker Otak(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit