detikhealth

Fakta Penggunaan Narkoba untuk Diet seperti Diakui Pedangdut Ridho Rhoma

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 14/07/2017 11:40 WIB
Fakta Penggunaan Narkoba untuk Diet seperti Diakui Pedangdut Ridho RhomaRidho Rhoma saat sidang kasus narkoba/Foto: Noel detikHOT
Jakarta, Pedangdut Ridho Rhoma ditangkap pada bulan Maret lalu karena terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu seberat 0,7 gram. Diberitakan sebelumnya, anak Raja Dangdut Rhoma Irama itu menjelaskan alasan menggunakan narkoba bukan untuk kesenangan, melainkan untuk menunjang profesi sebagai artis yakni membentuk tubuh.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Pelayanan Bidang Medis Balai Besar Rehabilitasi BNN, dr Hari Nugroho mengatakan bahwa pada dasarnya orang menggunakan narkoba dikarenakan oleh berbagai alasan, yaitu 3F: fun, forget, functioning.

"Fun lebih ke arah senang-senang atau mencari kenikmatannya. Forget adalah untuk mengatasi atau menekan masalah yang dihadapi atau mengurangi gejala-gejala cemas, depresi atau gejala gangguan mental lainnya. Functioning adalah supaya bisa bekerja atau berfungsi dengan baik atau meningkatkan performa," ujar dr Hari kepada detikHealth.

Baca juga: Begini Efek Sabu pada Tubuh Seperti yang Dirasakan Ridho Rhoma

Dalam penggunaan narkoba, lanjut dr Hari, stimulan pada methamphetamine atau sabu, efek yang diharapkan dapat bermacam-bermacam. Amphetamine atau methamphetamine dapat menekan rasa lapar, sehingga seringkali dijadikan alasan untuk membantu melakukan diet atau mengurangi berat badan.

Fakta Penggunaan Narkoba Untuk Diet seperti Diakui Pedangdut Ridho RhomaRidho Rhoma saat menjalani sidang atas kasus narkoba/Foto: Noel detikHOT

"Sehingga seseorang yang merasa kelebihan berat badan sangat mungkin memakai narkoba untuk alasan supaya masuk dalam berat badan ideal, karena barangkali terkait dengan pekerjaannya. Hal ini memenuhi unsur alasan F yang ketiga yaitu to function atau functioning," imbuh dr Hari.

Mengenai berapa lama efeknya bertahan pada tubuh, dr Hari mengatakan tergantung banyak hal, seperti dari segi asupan makanannya, aktivitas fisik dan penggunaan sabunya.

Menurut dr Hari, orang yang kecanduan tentu sangat mungkin terjadi gangguan gizi dalam hal ini adalah indeks massa tubuh yang kurang dari normal, karena fokusnya pada zat, rasa laparnya tertekan, dan akhirnya tidak ada asupan makanan.

"Tentu saja ketika ada masa abstinen akan dapat mengalami peningkatan berat badan, karena efek menekan laparnya sudah tidak ada, sehingga nafsu makan kembali pulih. Pasien-pasien rehabilitasi yang tadinya berat badannya sangat kurang, dapat kembali mencapai berat badan ideal atau mungkin bisa lebih tergantung asupan makanan yang dikonsumsi," terang dr Hari.

Baca juga: Hal yang Akan Terjadi Pada Tubuh Sejak Pertama Konsumsi Sabu



(hrn/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit