detikhealth

Orang-orang Ini Juga Di-bully karena Berkebutuhan Khusus

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 16/07/2017 15:37 WIB
Orang-orang Ini Juga Di-bully karena Berkebutuhan KhususIlustrasi bullying (Foto: thinkstock)
Jakarta, Sebuah video 'lemparan tong maut' beredar luas di jejaring media sosial. Video tersebut menggambarkan aksi bullying terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus di sebuah universitas swasta di Jakarta.

Dalam video tersebut, seorang mahasiswa tampak sedang berjalan sendirian. Berikutnya, beberapa mahasiswa lain datang mengganggunya. Salah satunya, menarik tas mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut.

Sejurus kemudian, korban aksi bullying tersebut berontak dan melemparkan benda yang diyakini sebagai tempat sampah. Sorak sorai membahana dari orang-orang di sekitarnya.




Bullying atau perundungan kerap dialami individu berkebutuhan khusus. Perilaku dan penampilan yang berbeda, membuatnya rentan terhadap perlakuan kasar dari lingkungan.

Dirangkum detikHealth, berikut ini beberapa kasus bullying yang dialami oleh anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus.

1. Dibully karena disleksia
Seorang pria di Inggris, Ollie Forsyth mengalami bullying semasa duduk di sekolah. Ia adalah seorang pengidap disleksia, sebuah kelainan neurobiologis yang membuatnya sulit untuk membaca dan mengeja dengan akurat.

Datang ke sekolah, bagi Ollie seperti datang ke kandang harimau. Cemooh dari teman sekelas membuatnya merasa masa sekolah sebagai bagian terburuk dari hidupnya.

Namun berkat ketegarannya, Ollie tetap berjuang. Di usia 13 tahun, ia menjalankan bisnis online dan akhurnya sukses menjadi jutawan muda.

Baca juga: Dulu Di-bully karena Disleksia, Kini Ollie Jadi Pengusaha Sukses

2. Di-bully karena pakai kaki palsu
Seorang bocah di Michigan, Jerrensia mengidap kelainan langka Arthrogryposis Multiplex Congenita. Otot kakinya tidak berkembang sebagaimana mestinya, sehingga mengunci dan tidak bisa digerakkan.

Dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki Jerrensia, dan menggantikannya dengan prostetik atau kaki palsu. Kondisi tersebut kerap membuatnya jadi sasaran olok-olok dari lingkungan. Minimal, orang selalu memandangnya dengan tatapan yang tidak menyenangkan.

"Ketika kami belanja di mal atau tempat umum lainnya, anak-anak lain melingkar di sekitar Jerrensia. Mereka tidak menatap wajah Jerrensia tapi memperhatikan kakinya. Akibatnya, putri saya merasa cemas dan kadang ia pun menangis," kisah Kroll, ibu angkat Jerrensia.

Baca juga: Cerita Bocah 6 Tahun yang Sering Di-bully karena Pakai Kaki Prostetik

3. Di-bully karena tunarungu
Model cantik asal Korea Selatan, Choo Ah Rim terlahir sebagai tunarungu. Keterbatasan yang dimilikinya membuat Ah Rim harus mengalami masa-masa sulit saat masih sekolah. Teman-temannya menganggapnya sombong karena tidak bisa mendengar, dan selalu mencemooh cita-citanya untuk menjadi peragawati.

Namun disabilitas pendengaran yang dimilikinya tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan mimpi. Tahun 2013, Ah Rim berhasil menjadi super model Korea Selatan. Ia lolos ke babak 16 besar di kontes tersebut, setelah bersaing dengan 16 ribu kontestan lainnya.

Baca juga: Dulu Di-bully, Kini Wanita Tuna Rungu Asal Korea Ini Sukses Jadi Model

Apa itu bullying dan apa saja jenis-jenisnya? Simak dalam video Bincang Sehat berikut ini:



(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close