Menurut dr Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, SpMK, Cytomegalovirus atau CMV ditularkan dari kontak orang ke orang, atau dari ibu ke bayi, sedangkan virusnya sendiri bisa berada dimanapun.
"Padahal nggak tahu kan kalau bawa. Ya itu yang jadi problemnya," ungkapnya saat berbincang dengan detikHealth beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosesnya bisa melalui udara atau bersentuhan langsung, lalu masuk ke dalam tubuh. Nanti dia akan bersembunyi dalam tubuh dan memperbanyak diri. Menunggu kekebalan tubuh turun, dia baru muncul ke permukaan," urainya.
Baca juga: Kalau Kondisinya Begini, Ibu Hamil Jadi Rentan Kena CMV
Yang menjadi kekhawatiran dr Ludhang adalah ketika yang bersangkutan sedang mengandung, karena virus ini akan terus ada di dalam tubuh dan ikut mengiringi proses perkembangan janin itu sendiri.
Apalagi jika CMV menyerang di trimester pertama di mana sedang terjadi pembentukan organ vital seperti jantung dan otak, sehingga mengakibatkan kecacatan saat lahir seperti gangguan pendengaran, hingga ADHD dan autisme.
Baca juga: Inilah Virus & Jamur Penyebab Kematian Pesepakbola Mendieta
Kendati demikian, umumnya CMV lebih banyak ditemukan pada orang dewasa, terutama di usia produktif. Pada anak-anak juga bisa ditemukan, hanya saja mereka sendiri mendapatkannya dari orang dewasa atau lingkungan.
Menurut dr Ludhang, anak bisa tertular CMV karena kebiasaan orang tua yang suka cium-cium atau menggendong anak tanpa memperhatikan kebersihan dirinya terlebih dahulu.
Untuk itu menjaga kebersihan, termasuk membiasakan cuci tangan dikatakan bapak dua anak itu sebagai cara paling simpel untuk mencegah persebaran CMV.
"Atau kalau umpamanya di tempat penitipan atau PAUD dia membiasakan cuci tangan. Piring sendoknya khusus untuk dia ada namanya, nyucinya juga bersih, termasuk yang mengasuh, maka ini bisa membantu mengantisipasi (persebaran virus, red)," paparnya.
Baca juga: Penderitaan Para Pasien HIV/AIDS (lll/up)











































