Ingin Tahu Punya 'Bakat' CMV atau Tidak? Dokter Sarankan Pemeriksaan Ini

Ingin Tahu Punya 'Bakat' CMV atau Tidak? Dokter Sarankan Pemeriksaan Ini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 18 Jul 2017 14:37 WIB
Ingin Tahu Punya Bakat CMV atau Tidak? Dokter Sarankan Pemeriksaan Ini
Karena tak pernah disadari keberadaannya, virus ini baru bisa terdeteksi jika dilakukan skrining. Ini nama pemeriksaannya dan bisa didapatkan dimana saja. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Karena tak pernah disadari keberadaannya, Cytomegalovirus baru bisa terdeteksi jika dilakukan skrining, yaitu dengan melakukan pemeriksaan pada kadar IgG dan IgM si pasien.

Keduanya merupakan jenis antibodi alami dalam tubuh manusia. Bedanya, IgM merupakan respons awal tubuh ketika pertama kali terinfeksi atau 'dimasuki' virus, sehingga ketika terinfeksi sesuatu, tubuh akan mengeluarkan antibodi ini sebagai penangkal.

Sedangkan IgG dikeluarkan ketika terjadi infeksi untuk kesekian kali atau muncul lagi setelah sempat dormant (tidur) selama beberapa waktu. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa CMV dapat masuk ke dalam tubuh manusia kemudian bersembunyi selama beberapa waktu sebelum akhirnya menimbulkan potensi bahaya saat kekebalan tubuh orang yang bersangkutan menurun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bisa di manapun juga, di semua rumah sakit ada," ungkap dr Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, SpMK, saat berbincang dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Orang-orang Seperti Ini Dianjurkan Segera Tes CMV

Pemeriksaan ini juga bisa diberikan kepada mereka yang mencurigai dirinya memiliki CMV dalam tubuhnya. Baik jenis pemeriksaan maupun biaya yang dihabiskan juga relatif sama, antara pasien yang ingin melakukan pemeriksaan IgG maupun IgM.

Tetapi ada pula alternatif pemeriksaan lain yang disebut dengan antigenemia CMV. dr Ludhang menjelaskan antigenemia CMV biasanya dilakukan pada kasus-kasus di mana riwayat CMV sudah pernah ada.

"Biasanya kami mengambil sampel dari ibunya dan bayinya yang baru lahir, sampelnya darah maupun urine. Ini dilakukan setelah kelahiran, untuk mengawasi tethernya masih tinggi atau tidak," urainya.

Baca juga: Rawan Menginfeksi Ibu Hamil, Begini CMV Ditularkan

Hanya saja, tes antigenemia CMV lazimnya hanya bisa dilakukan di laboratorium-laboratorium tertentu. "Misalakn untuk wilayah DIY dan Jateng selatan baru bisa dilakukan di Lab FK UGM. Rumah sakit ngrujuk ke kita karena tidak semua rumah sakit bisa. Selain alatnya khusus, ahlinya yang bisa melakukan pemeriksaan ini juga tidak di semua lab ada," paparnya.

Untuk tingkat akurasinya, staf pengajar Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut menambahkan, saat pertama kali terinfeksi, maka tingkat akurasi dari tes antigenemia CMV cukup tinggi.

Bila dinyatakan antigenemianya positif, itu berarti ibu atau pasien yang melakukan pemeriksaan sedang terinfeksi CMV sebab yang terdeteksi adalah antigen dari protein yang ada di virus tersebut.

"Kalau yang dormant nggak bisa dideteksi, kecuali dengan pemeriksaan IgG tadi. Namun perlu dipahami bahwa orang-orang dengan riwayat CMV ini IgG-nya pasti tinggi terus," imbuhnya. (lll/up)

Berita Terkait