detikhealth

Kicauan Zaim Saidi Samakan Dokter dengan Pemabuk Jadi Kontroversi

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 05/08/2017 09:35 WIB
Kicauan Zaim Saidi Samakan Dokter dengan Pemabuk Jadi KontroversiKicauan Zaim Saidi yang menganalogikan dokter dengan pemabuk memicu kontroversi. (Foto: dok. facebook)
Jakarta, Pengamat kebijakan publik Zaim Saidi membuat heboh ketika dirinya menulis di Twitter bahwa membicarakan vaksin dengan dokter sama seperti membicarakan miras dengan pemabuk. Menurutnya itu adalah sebuah analogi bahwa bila dokter menerangkan vaksin kemungkinan tidak akan netral.

"Serupa dengan bahas miras dengan pemakainya, yaitu pemabuk. Jadinya akan bias pihak yang berkepentingan. Infonya sepihak, tidak berimbang dan mereka juga harus paham masalah vaksin ini harus merupakan kebebasan masyarakat dalam memilih," kata Zaim ketika dikonfirmasi detikcom tentang kicauannya.

Baca juga: Dipersoalkan IDI, Ini Penjelasan Zaim soal Tweet 'Dokter-Pemabuk'

Kicauan Zaim tersebut kini viral dan mengundang ratusan komentar. Ada yang mendukung pendapatnya tapi tidak sedikit juga yang menyindir.

"Sabar ya pak, saya juga pernah dibully gara-gara komen antivaksin. Maklumlah pak, it's not easy to see the truth when we're living lies," ujar pengguna Twitter mr_adityason.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri ikut berkomentar menyayangkan kicauan Zaim. Menurut IDI dengan analogi tersebut Zaim sudah melecehkan profesi dokter dan kini membuka peluang untuk mengajukan somasi.

dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, yang akrab disapa dr Koko dari Badan Data dan Informasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan dokter memang tidak netral namun dalam arti demi kepentingan rakyat. Keberpihakan dokter semata hanya untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

"Tidak bisa netral, tapi kami dididik dalam kultur akademik berbasis bukti. Vaksin ini apa teori, fakta, data, dan buktinya? Karena kami dapati vaksin dapat mencegah penyakit maka itu kemudian kami jalankan... Toh mayoritas dokter tidak dibayar oleh industri vaksin kok, kecuali yang kerja diperusahaan itu ya," pungkas dr koko.

Baca juga: IDI Buka Peluang Somasi Zaim Saidi soal Analogi Dokter-Pemabuk(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit