"Seseorang harus nyaman saat mencuci tangannya. Namun dari keefektifannya studi ini menunjukan bahwa suhu air tidak penting sama sekali," ucap seorang ilmuan pangan, Profesor Donald Schaffner dikutip dari Mirror.
Studi dari Rutgers University di New Jersey ini dilakukan selama enam bulan dengan melibatkan 21 orang. Partisipan diminta membiarkan tangan mereka terpapar bakteri tidak berbahaya dan mencucinya dengan berbagai suhu air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Dianjurkan untuk Mencuci Tangan? Ini Kata Pakar
Hasilnya, diketahui bahwa mencuci tangan menggunakan air hangat tidak lebih baik dibandingkan menggunakan air dingin untuk membersihkan kuman. Kemudian, jumlah sabun tidak membuat perbedaan pada jumlah bakteri.
"Lebih baik ingat untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyiapkan makanan atau setelah dari toilet daripada menggunakan air hangat," sambung Schaffner.
Namun, dr Lisa Ackerley, seorang penasihat keamanan pangan dari British Hospitality Association mengatakan bahwa air hangat dapat membantu sabun dalam menciptakan busa yang mana dapat membantu membersihkan tangan.
"Tapi sebenarnya suhu air tidak akan membunuh bakteri karena tidak bisa mencuci tangan dengan air terlalu panas nanti akan terbakar," pungkasnya.
Baca juga: Sudahkah Anda Rutin Cuci Tangan Pakai Sabun? (ajg/up)











































