detikhealth

Belajar dari Pengalaman Fitria, Hindari Merokok di Dalam Rumah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kamis, 14/09/2017 18:06 WIB
Belajar dari Pengalaman Fitria, Hindari Merokok di Dalam RumahKarena anak pertamanya meninggal karena paparan asap rokok, Fitria belajar untuk melindungi anak pertamanya dari asap rokok. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta, Kisahnya viral di dunia maya, Fitria Indah Lestari yang kehilangan anak keduanya yang belum genap satu tahun karena penyakit pneumonia akibat paparan asap rokok.

Mendapat pengalaman buruk, sekarang wanita yang bertempat tinggal di Kelapa Dua, Tangerang, ini lebih protektif kepada anak pertamanya, Meidita, dari paparan asap rokok.

"Saya hindari anak saya dari orang-orang yang merokok. Kalau di ruang tamu ada yang ngerokok cukup bilangin jangan ngerokok takut kejadian sama anak saya yang kedua terulang lagi," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Baca juga: Cegah Paparan Asap Rokok, Wanita Ini Gagas 'Kampung Tanpa Rokok'

Namun usahanya itu tidak terlepas dari penolakan beberapa orang yang datang ke rumahnya. Menurutnya beberapa orang seakan tidak peduli dan lebih mementingkan dirinya sendiri.

"Kalau dia masih enggak ngerti juga ya paling saya bawa anak saya ke dalam kamar. Kalau bisa sih nanti saya akan pasang stiker dilarang merokok di dalam rumah supaya tamu-tamu bisa mengerti lah," jelas wanita berusia 21 tahun ini.

Suaminya juga merupakan perokok aktif, namun Fitria mengungkapkan bahwa semenjak kepergian anak keduanya itu, suaminya mulai mengurangi konsumsi rokok.

"Kalau dia ngerokok saya suruh di luar terus suka saya tutup pintunya. Kalau misal sudah selesai ngerokok, saya suruh ganti baju dulu, mandi dulu, baru gendong anak gapapa," katanya.

Tindakannya ini adalah untuk melindungi anak pertamanya agar tidak bernasib sama dengan anak keduanya yang sudah tiada pada 30 Juli 2017 lalu.

Baca juga: Peran Penting Anak-anak Bantu Orang Tuanya Berhenti Merokok(wdw/mrs)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit