detikhealth

Dokter Saraf: Obat PCC Dipakai untuk Pelemasan Otot dan Sakit Pinggang

Erika Kurnia - detikHealth
Kamis, 14/09/2017 19:06 WIB
Dokter Saraf: Obat PCC Dipakai untuk Pelemasan Otot dan Sakit PinggangObat PCC yang disalahgunakan oleh sejumlah pemuda di Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut dokter sebagai obat pelemas otot. Foto: (Sitti Harlina/detikcom)
Jakarta, Obat PCC yang disalahgunakan oleh sejumlah pemuda di Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut dokter sebagai obat pelemas otot. Terdaftar sebagai obat keras, penggunaannya seharusnya hanya bisa dengan resep dokter.

"Obat PCC merupakan obat untuk sakit pinggang, kejang otot, untuk nyeri terutama. Obat ini harus pakai resep dokter karena pemakaiannya biasa untuk pelemasan otot," tutur dr Frandy Susatia, SpS dari RS Siloam Kebon Jeruk, kepada wartawan.

Baca juga: Mengenal Obat PCC yang Disalahgunakan Remaja di Kendari

Dijelaskan dr Frandy, cara kerja obat PCC sebenarnya sederhana. Konsumsi obat PCC akan membuat otot yang tadinya berkontraksi atau tegang menjadi lemas.

Hal inilah yang membuat penggunanya merasa rileks. Jika diminum dalam dosis tinggi, penggunanya akan merasakan sensasi tubuh terasa ringan seperti terbang, atau yang disebut sebagai nge-fly.

Sama seperti obat pereda nyeri lainnya, konsumsi obat PCC dalam jumlah besar akan menimbulkan efek samping yang cukup serius. Dikatakan dr Frandy, efek samping penggunaan obat PCC antara lain dapat menyebabkan kerusakan hati, saluran pencernaan, hingga munculnya ruam di kulit.

"Lalu penurunan kesadaran karena efek pelemas ototnya. Obat ini tidak boleh diberikan kepada ibu hjmail karena bisa menyebabkan pendarahan," paparnya lagi.

dr Hari Nugroho dari Institute Of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) menjelaskan bahwa perbuatan mencampur-campur obat ilegal sudah cukup sering terjadi bagi orang-orang yang masih dalam tahap coba-coba.

Berdasarkan keterangan dari dr Hari, obat PCC dulunya sempat dijual dipasaran dengan resep dokter namun ditarik karena sering disalahgunakan sesuai keputusan kepala BPOM Nomor HK. 04.1.35.06.13.3535 tahun 2013 tentang pembatalan izin edar obat yang mengandung carisoprodol.

"Minum PCC bikin nyaman atau 'nge-fly' kalau dikonsumsi berbutir-butir. Karena itu potensi adiksinya meningkat untuk mencari kenyamanan," pungkasnya.

Baca juga: Ini Bahayanya Asal-asalan Campur Obat PCC untuk 'Nge-fly'(mrs/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit