Jawaban atas pertanyaan tersebut berhasil dipecahkan salah satunya oleh Dr Giovanni Invernizzi dan timnya dari Tobacco Control Unit of Italy's National Cancer Institute yang menganalisis kedua jenis asap tersebut melalui sebuah uji coba. Eksperimen itu berlokasi di sebuah garasi yang bertempat di desa kecil di Italia Utara dengan tingkat polusi rendah.
Percobaan dimulai dengan menyalakan mesin diesel berisi 2 liter bahan bakar diesel bersulfur rendah selama 30 menit di garasi dengan pintu ditutup (yang sebelumnya sudah dibiarkan terbuka selama 4 jam). Sesudahnya, tiga filter rokok dinyalakan dan dibiarkan membara selama 30 menit dalam ruangan yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kenapa Asap Rokok Lebih Bahaya dari Asap Kendaraan?
"Saya sangat terkejut. Kami tidak berharap menemukan perbedaan besar dalam hal partikular yang dihasilkan," kata Dr Invernizzi menanggapi hasil temuannya seperti dilansir New Scientist, Jumat (22/9/2017).
Studi ini pun menambah deretan fakta, meskipun sama-sama berbahaya, asap rokok tetap lebih buruk bagi kesehatan dibandingkan dengan asap kendaraan.
Di samping itu, berbagai studi pun sudah sering menjelaskan bahwa di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik) yang artinya memang lebih banyak dari kandungan berbahaya asap kendaraan.
Baca juga: Asap Rokok Vs Asap Knalpot Mana Lebih Bahaya? Ini Hitungan Dokter Paru (ajg/up)











































