detikhealth

Hati-hati! Pijatan Setelah Memotong Rambut Bisa Merusak Saraf

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sabtu, 23/09/2017 07:06 WIB
Hati-hati! Pijatan Setelah Memotong Rambut Bisa Merusak SarafIlustrasi tukang cukur (Foto: Kartika S Tarigan/detikcom)
Jakarta, Baik di salon atau tukang cukur pasti memberikan pelayanan ekstra berupa pijatan di bagian kepala hingga leher pada pelanggannya. Tidak dipungkiri, pijatan ini sangat nikmat untuk mengusir pegal-pegal karena aktivitas yang padat.

Tapi tahukah bahwa pijatan di leher ini bisa merusak saraf frenikal yang mengendalikan diafragma untuk sistem pernapasan? Dilansir dari Times of India, seorang dokter di Medanta India, dr Anand Jaiswal memperingatkan orang-orang untuk berhati-hati memijat lehernya saat di salon.

"Pijat leher dan tengkuk leher yang dilakukan pemangkas rambut setelah pemotongan rambut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sendi leher dan jaringan sekitarnya, otot atau saraf atau bahkan menyebabkan kelumpuhan diafragma bilateral," ujarnya.

Terdapat kasus dengan permasalahan ini, seorang pria bernama Kumar mengalami kelumpuhan diafragma dan memerlukan dukungan ventilator sepanjang hidupnya untuk bernapas.

Baca juga: Pegal-pegal di Leher Tak Selamanya Selesai dengan Pijat

Ketidaknyamanan ini dikaitkan dengan tidak berfungsinya jantung atau paru-paru. Ketika masalah terus berlanjut, para dokter melihat literatur medis untuk mendapatkan petunjuk.

"Saat memeriksanya, kami melihat Kumar memiliki pola pernapasan yang paradoks. Dadanya bergerak ke arah dalam, bukannya meluas. Gerakan dada yang abnormal ini mempengaruhi pola pernapasan dan menyebabkan penurunan kadar oksigennya darahnya," jelas dr Jaiswal.

dr Jaiswal mengatakan bahwa pernapasan yang abnormal ini disebabkan oleh rusaknya saraf frenik. Kerusakan ini dikarenakan adanya keretakan leher akibat pemijatan oleh tukang cukur.

Dokter dari rumah sakit Neo, India, dr Shakir Husain menambahkan pijat leher dapat menyebabkan kerobekan pada arteri vertebralis. "Jika robeknya kecil, itu akan sembuh secara alami. Pengencer darah harus diberikan selama dua sampai tiga bulan. Tapi dalam beberapa kasus, operasi harus dilakukan untuk membersihkan aneurisma akibat robekannya," katanya.

Baca juga: Meski Bikin Lega, Leher 'Dikretek' itu Berbahaya Lho

(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit