detikhealth

Studi: Kelamaan Nonton TV Bisa Jadi Pembunuh Perlahan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sabtu, 23/09/2017 18:04 WIB
Studi: Kelamaan Nonton TV Bisa Jadi Pembunuh PerlahanFoto: Thinkstock
Jakarta, Menghabiskan waktu di akhir pekan dengan berleha-leha duduk sambil menonton televisi adalah hal yang didamba-dambakan setiap orang yang setiap harinya disibukkan dengan aktivitas berat.

Tetapi kebiasaan ini perlu diwaspadai. Dilansir New York Post, Sabtu (23/9/2017), sebuah penelitian di Australia yang dipublikasikan di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa setiap jam menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan 12 persen terkena risiko kematian karena inflamasi atau peradangan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 8.900 orang dewasa yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kebiasaan waktu menonton televisi, yaitu kurang dari dua jam, dua sampai empat jam, dan lebih dari empat jam.

Dengan meneliti bertahun-tahun, para peneliti menemukan ada 909 orang meninggal dunia. Sebanyak 130 orang di antaranya disebabkan oleh inflamasi, seperti peradangan di sistem pernapasan.

Baca juga: Keseringan Duduk di Depan TV, Awas Sering Jatuh di Usia Senja

Peneliti utama, dr Megan Grace menunjukkan bahwa risiko terkena kematian akibat inflamasi sebesar 54 persen terjadi pada orang yang menonton televisi antara dua sampai empat jam sehari. Dan orang yang menonton televisi lebih dari empat jam sehari risiko kematiannya dua kali lipat.

"Waktu menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat inflamasi. Ini konsisten dengan hipotesis bahwa menonton televisi tinggi mungkin terkait dengan keadaan peradangan kronis," ujar dr Grace.

Peradangan di tubuh adalah respons normal dimana bahan kimia dilepaskan ke dalam darah sebagai respon terhadap kejadian berbahaya untuk membantu pemulihan.

dr Grace juga mengatakan ketika sistem kekebalan tubuh merasakan bahaya seperti stres atau infeksi, mereka merespons dengan mengaktifkan protein yang dimaksudkan untuk melindungi sel dan jaringan. Namun, peradangan bisa menjadi berbahaya jika bahan kimia ini berkeliaran dalam waktu lama sehingga menyebabkan penyakit.

"Orang harus berusaha untuk duduk lebih sedikit dan bergerak lebih banyak sepanjang hari mereka karena kita percaya ada manfaat kesehatan," tutup dr Grace.

Baca juga: Waspada! Kelamaan Duduk di Sofa Bisa Picu Sakit Punggung

(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit