detikhealth

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Dokter Ingatkan Risiko Asma Kambuh

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 26/09/2017 16:49 WIB
Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Dokter Ingatkan Risiko Asma KambuhAktivitas vulkanik Gunung Agung berada di level awas. Meski begitu, sejumlah warga Bali tetap beraktivitas seperti biasa. (Foto: Ulet Ifansasti/Getty Images.)
Jakarta, Status Gunung Agung di Bali meningkat menjadi 'awas' pada Jumat (22/9/2017) malam. Masyarakat diimbau untuk mengungsi menjauh untuk keselamatan dari adanya paparan debu vulkanik serta mencegah terkena erupsi gunung setinggi 3.142 mdpl.

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Prof Faisal Yunus, MD, PhD mengatakan bahwa orang yang sudah memiliki asma rentan kambuh karena paparan abu vulkanik dari aktifnya kembali Gunung Agung.

"Kalau dia asma ya mungkin dia bisa terjadi serangan, tergantung seberapa parah dia kenanya," ujarnya kepada detikHealth di Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan RI, Selasa (26/9/2017).

Baca juga: Catat! Ini 8 Tips Siaga Ketika Gunung Agung Meletus dari BNPB

Prof Faisal menganjurkan penduduk sekitar untuk menggunakan masker untuk mencegah terpaparnya abu vulkanik dari Gunung Agung.

"Karena ada NOx yang kita sebut faktor iritan yang dapat memicu serangan asma," tambahnya.

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Dokter Ingatkan Risiko Asma KambuhFoto: Mindra Purnomo/detikcom


Penduduk sekitar juga harus diungsikan ke tempat yang cukup aman untuk menghindari terjadinya penyakit-penyakit saluran pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

"Sejauh mana ya tergantung individunya bisa mentolerir, kan setiap orang berbeda-beda seberapa sensitifnya dia terhadap debu," tutup Prof Faisal.

Baca juga: Mengenal Karakter Letusan Gunung Agung

(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit